Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat pada Kamis, 30 Juli. Serangan ini dilaporkan menargetkan lokasi parkir jet tempur F-35 milik AS yang berada di Yordania, mengakibatkan kerusakan total pada tiga unit pesawat tempur tersebut.
Menurut laporan IRGC, serangan yang dilancarkan pada hari Kamis tersebut merupakan respons langsung terhadap tindakan Amerika Serikat. Detail spesifik mengenai jenis rudal yang digunakan atau metode serangan tidak dirinci lebih lanjut oleh pihak IRGC dalam pengumumannya.
Sementara itu, juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Michael Andrews, membantah keras klaim tersebut. Ia menyatakan bahwa tidak ada serangan yang terjadi terhadap aset militer AS di Yordania. “Kami tidak mengkonfirmasi klaim Iran mengenai serangan terhadap pasukan atau aset kami di Yordania,” tegas Letnan Kolonel Andrews dalam sebuah pernyataan resmi.
Pernyataan bantahan dari Pentagon ini menciptakan ketidaksesuaian informasi antara kedua pihak. Pihak AS secara tegas menolak kebenaran insiden yang diklaim oleh Iran, sementara IRGC tetap pada laporannya mengenai keberhasilan serangan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak independen yang dapat memverifikasi klaim kedua belah pihak.
Insiden ini menambah ketegangan yang telah ada sebelumnya antara Iran dan Amerika Serikat, terutama pasca serangkaian peristiwa yang melibatkan kedua negara di kawasan Timur Tengah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, sebelumnya telah menyatakan bahwa Iran akan membalas setiap tindakan agresi yang diarahkan kepadanya. Namun, pernyataan tersebut tidak secara spesifik merujuk pada serangan di Yordania.
