Indonesia berduka atas berpulangnya Laksamana TNI (Purnawirawan) Achmad Sutjipto, mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ke-16. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, setelah berjuang melawan penyakit kanker. Sosok kelahiran 12 Mei 1945 ini dikenal luas tidak hanya sebagai pemimpin militer tangguh tetapi juga sebagai tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi dunia olahraga nasional.
Kabar duka ini disampaikan secara resmi melalui akun media sosial institusi tempat almarhum mengabdikan sebagian besar hidupnya. Akun Instagram TNI Angkatan Laut mengunggah ucapan belasungkawa, "Kepala Staf Angkatan Laut beserta keluarga besar TNI Angkatan Laut mengucapkan turut berduka atas wafatnya Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto." Pernyataan senada juga datang dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang menyatakan rasa kehilangan mendalam atas kepergian salah satu perwira tinggi terbaik bangsa.
Jenazah Laksamana Achmad Sutjipto disemayamkan di kediamannya di Jalan Gading 10 Blok D No. 45, Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rangkaian upacara penghormatan militer dilaksanakan dengan khidmat, diawali dengan salat jenazah di Masjid Nurul Bahri, dilanjutkan dengan upacara militer pada sore harinya sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata. Upacara pemakaman tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut yang menjabat saat ini, didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi militer lainnya, menunjukkan penghargaan tertinggi negara atas jasa-jasa almarhum.
Perjalanan karier Laksamana Achmad Sutjipto di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terbilang gemilang. Lulus dari Akademi Angkatan Laut pada tahun 1969, beliau menapaki jenjang karier militer dengan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi. Puncaknya adalah ketika beliau dipercaya mengemban amanat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut ke-16, sebuah posisi strategis yang menunjukkan kepercayaan besar dari pimpinan TNI dan negara.
Namun, kiprah Achmad Sutjipto tidak hanya terbatas di lingkungan militer. Beliau juga meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam dunia olahraga Indonesia. Almarhum memiliki peran aktif dan signifikan dalam berbagai organisasi olahraga, termasuk kepemimpinan di Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI). Di bawah kepemimpinannya, olahraga dayung Indonesia seringkali meraih prestasi membanggakan di kancah internasional.
Wakil Ketua Umum IV PODSI, Budiman Setiawan, mengenang kontribusi almarhum dengan penuh penghargaan. "Maju sekali, SEA Games selalu bawa pulang medali emas dan hampir selalu juara umum. Pada Asian Games 2010, meraih 3 medali emas," terang Budiman, menggarisbawahi keberhasilan yang diraih di bawah bimbingan almarhum. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata dedikasi dan visi beliau dalam memajukan olahraga Indonesia, khususnya cabang dayung.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. "Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto. Semoga almarhum diterima di sisi terbaik Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," ujar Marciano Norman. Beliau juga menegaskan komitmen KONI untuk meneruskan semangat dan dedikasi almarhum dalam membina prestasi atlet nasional. "Jasa beliau sangat penting bagi olahraga Indonesia, selamat jalan, perjuangan almarhum mengantar atlet Indonesia meraih prestasi, akan kami lanjutkan," tambahnya, menunjukkan warisan semangat yang akan terus dijaga.
Dunia politik pun ikut merasakan kehilangan atas berpulangnya tokoh bangsa ini. Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyampaikan duka cita yang mendalam, menyoroti rekam jejak kepemimpinan dan keteladanan almarhum. "Komisi I DPR RI turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Laksamana TNI (Purn.) Achmad Sutjipto. Almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pengabdian kepada negara melalui TNI Angkatan Laut dan berbagai peran strategis yang diembannya setelah purnatugas," ujar Dave, salah satu perwakilan Komisi I DPR RI.
Pihak parlemen memandang kepergian almarhum sebagai kehilangan besar bagi keluarga besar TNI, dunia kemaritiman Indonesia, serta bangsa secara keseluruhan. Namun, nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, dan keteladanan yang diwariskan oleh Laksamana Achmad Sutjipto diharapkan akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus. "Kepergian beliau tentu menjadi kehilangan bagi keluarga besar TNI, dunia kemaritiman Indonesia, serta bangsa secara keseluruhan," kata Dave. "Namun demikian, nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan, dan keteladanan yang diwariskan almarhum akan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional."
Apresiasi atas pengorbanan dan dedikasi penuh almarhum disampaikan sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Komisi I DPR RI berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi masa duka ini. "Atas nama Komisi I DPR RI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi masa duka ini," tutup Dave. Doa agar Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum dan menerima seluruh amal ibadahnya juga mengalir dari berbagai pihak, mengiringi kepergian sang patriot maritim.











