Militan Houthi di Yaman dilaporkan sedang dalam tahap akhir persiapan untuk memberlakukan pungutan baru berupa biaya transit bagi seluruh kapal komersial yang melayari Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Langkah ini berpotensi menambah tekanan ekonomi bagi negara-negara di kawasan, terutama Arab Saudi, sembari memberikan keuntungan tersendiri bagi China.
Rencana pemungutan pajak laut ini menjadi sorotan internasional mengingat peran vital Laut Merah sebagai jalur pelayaran global. Pengenaan biaya tambahan ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan biaya logistik dan berdampak pada rantai pasok global.
Meski demikian, laporan menyebutkan bahwa China, sebagai salah satu pengguna utama jalur laut ini, kemungkinan besar akan terbebas dari pungutan tersebut. Hal ini memicu spekulasi mengenai adanya kesepakatan atau lobi tersendiri antara Houthi dengan pemerintah China. Di sisi lain, Arab Saudi yang telah berinvestasi besar dalam diversifikasi ekonomi dan berupaya menarik investor asing, diprediksi akan menghadapi tantangan yang lebih besar akibat kebijakan baru ini.
Kebijakan Houthi ini muncul di tengah eskalasi ketegangan di kawasan dan upaya mereka untuk menekan lawan-lawannya. Pemberlakuan pajak baru ini dapat menjadi salah satu strategi Houthi untuk menggalang dana sekaligus meningkatkan pengaruhnya di panggung regional.
