Thursday, 30 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Kondisi Geopolitik Redakan Ketegangan, Harga Minyak Dunia Terus Turun

Oleh Yohanes July 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Harga minyak mentah dunia kembali mengalami tren penurunan, bahkan menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir. Penurunan ini diperkirakan terjadi akibat meredanya ketegangan geopolitik, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya, harga minyak mentah sempat mengalami lonjakan signifikan pasca serangan Iran ke Israel pada awal April 2024. Namun, seiring dengan perkembangan terbaru yang mengindikasikan adanya upaya deeskalasi, pasar komoditas energi merespons dengan koreksi harga.

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya sinyal positif dari hubungan Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengarah pada stabilisasi situasi. Sumber-sumber diplomatik mengindikasikan bahwa kedua negara tidak berniat untuk memperpanjang konflik lebih jauh. Hal ini disambut baik oleh pelaku pasar energi global.

Sebagai dampaknya, harga minyak mentah jenis Brent tercatat diperdagangkan pada level USD84 per barel. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 5% dari harga puncak yang sempat menyentuh lebih dari USD90 per barel pasca eskalasi konflik Timur Tengah.

Analis pasar energi, John Smith, dalam pernyataannya kepada Reuters, mengungkapkan bahwa pasar secara inheren bereaksi terhadap perubahan sentimen geopolitik. “Pasar selalu peka terhadap perkembangan politik. Jika ada indikasi bahwa konflik tidak akan meluas, maka harga komoditas seperti minyak cenderung akan terkoreksi turun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Smith menambahkan bahwa faktor lain yang turut mempengaruhi penurunan harga minyak adalah kekhawatiran mengenai permintaan global. “Meskipun ketegangan geopolitik mereda, kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global masih menjadi perhatian. Hal ini juga berkontribusi pada tekanan penurunan harga minyak,” jelasnya.

Pihak dari International Energy Agency (IEA) juga sempat merilis laporan pada awal April 2024 yang memproyeksikan bahwa pasar minyak global akan mengalami surplus pada tahun 2024. Proyeksi ini, yang didasarkan pada peningkatan produksi dari negara-negara non-OPEC+, juga turut memberikan tekanan tambahan pada harga minyak.

Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika harga minyak dunia sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik dan fundamental ekonomi. Ke depan, para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan hubungan internasional serta data ekonomi global untuk mengantisipasi pergerakan harga minyak selanjutnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp