Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
DUNIA

Optimisme Trump Soal Diplomasi Iran Ditepis Teheran, Tak Ada Pembicaraan Damai

Oleh Heni Maulidya July 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimisme mengenai kelanjutan negosiasi damai dengan Iran. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Teheran, yang menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.

Pernyataan Trump yang optimistis muncul pasca pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Biarritz, Prancis, pada Minggu (25/8/2019). Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan damai.

“Saya pikir Iran ingin membuat kesepakatan. Saya pikir itu akan menjadi hal yang luar biasa bagi Iran dan luar biasa bagi rakyat Iran,” ujar Trump saat konferensi pers bersama Macron, seperti dikutip dari AFP.

Trump bahkan mengklaim bahwa ia telah mengizinkan Macron untuk melakukan kontak dengan pejabat Iran. Ia menambahkan, “Saya telah memberinya izin untuk melakukannya. Saya tidak akan menghentikannya.”

Namun, harapan Trump untuk terjalinnya dialog damai segera ditepis oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari yang sama, Zarif menegaskan bahwa Iran tidak sedang melakukan pembicaraan apa pun dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang telah memanas.

“Tidak ada negosiasi atau pembicaraan dengan Amerika Serikat,” tegas Zarif, seperti dilaporkan oleh kantor berita Iran, IRNA. Ia menambahkan bahwa Teheran hanya bersedia untuk kembali melakukan pembicaraan jika sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh AS terhadap Iran dicabut.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat tajam sejak Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018 dan memberlakukan kembali sanksi yang melumpuhkan perekonomian negara tersebut. Insiden penembakan drone AS oleh Iran dan serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi yang dituduhkan kepada Iran semakin memperburuk situasi.

Meskipun demikian, Macron terus berupaya menengahi kedua negara. Ia menyatakan bahwa ada kemungkinan untuk mencapai kesepakatan dalam beberapa minggu ke depan, asalkan semua pihak bersedia untuk menunjukkan niat baik. “Kami telah bekerja selama beberapa minggu terakhir untuk mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu mungkin dalam beberapa minggu ke depan,” kata Macron.

Namun, pernyataan Zarif ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi upaya mediasi internasional. Tanpa pencabutan sanksi, Teheran tampaknya enggan untuk terlibat dalam negosiasi langsung dengan Washington, yang dapat meredakan ketegangan regional dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp