Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, tidak berdampak signifikan terhadap stabilitas pasar secara umum. Menurutnya, kondisi pasar saat ini masih relatif terjaga pasca pengumuman tersebut.
Airlangga Hartarto menyampaikan pandangannya ini pada hari Selasa, 16 Mei 2023, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan institusi Bank Indonesia di atas individu pejabatnya. “Yang penting institusinya,” ujar Airlangga Hartarto saat ditanya wartawan mengenai mundurnya Perry Warjiyo.
Pernyataan ini muncul setelah beredarnya kabar mengenai keputusan Perry Warjiyo untuk mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI. Meskipun Perry Warjiyo belum secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya, spekulasi di pasar keuangan sudah mulai beredar.
Airlangga Hartarto menambahkan bahwa transisi kepemimpinan di Bank Indonesia akan tetap berjalan lancar. Ia meyakini bahwa Bank Indonesia memiliki mekanisme yang kuat untuk memastikan kelangsungan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. “Kita lihat saja nanti,” tambahnya, merujuk pada proses selanjutnya terkait kepemimpinan BI.
Bank Indonesia sendiri hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait pengunduran diri gubernurnya. Namun, pernyataan dari Menko Perekonomian ini diharapkan dapat menenangkan kekhawatiran pasar mengenai potensi gejolak akibat perubahan kepemimpinan di bank sentral.
Perry Warjiyo menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia sejak 24 Mei 2018. Masa jabatannya sebagai gubernur seharusnya berakhir pada 23 Mei 2023. Keputusan pengunduran dirinya, jika benar terjadi, akan memicu proses pemilihan gubernur BI yang baru sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
