Sang anatomis ternama asal Jerman, Gunther von Hagens, yang dikenal luas sebagai pencipta pameran ‘Body Worlds’, telah meninggal dunia pada usia 81 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh keluarganya yang menyatakan akan meneruskan keinginannya untuk mengawetkan jenazahnya menggunakan teknik plastinasi yang ia ciptakan sendiri.
Von Hagens, yang dijuluki ‘Dr Death’ oleh media, mengembangkan metode plastinasi pada tahun 1970-an. Teknik revolusioner ini menggantikan air dan lemak dalam tubuh dengan plastik, sehingga memungkinkan preservasi jangka panjang dari spesimen manusia untuk tujuan pendidikan dan pameran. Pameran ‘Body Worlds’ yang menampilkan hasil plastinasi ini telah sukses digelar di berbagai belahan dunia, menarik jutaan pengunjung dan membuka wawasan baru mengenai anatomi manusia.
Lahir pada 1945 di Polandia, Von Hagens menempuh pendidikan kedokteran di Jerman dan kemudian mendedikasikan hidupnya untuk penelitian dan pengembangan teknik plastinasi. Ia mendirikan Institut Plastinasi di Heidelberg, Jerman, yang menjadi pusat pengembangan dan produksi spesimen untuk pameran ‘Body Worlds’. Melalui karya-karyanya, ia berupaya mendemokratisasi akses terhadap pengetahuan anatomi, yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh kalangan medis.
Keluarga Von Hagens menegaskan komitmen mereka untuk mewujudkan wasiat terakhir sang ilmuwan. “Kami akan melanjutkan pekerjaan Gunther von Hagens dan memastikan bahwa warisannya terus hidup,” ujar perwakilan keluarga. Keinginan untuk diplastinasi setelah meninggal menunjukkan dedikasi abadi Von Hagens terhadap ilmu pengetahuan dan visinya untuk pendidikan anatomi.
Sepanjang kariernya, Gunther von Hagens menghadapi berbagai kontroversi terkait etika penggunaan jenazah manusia untuk tujuan pameran. Namun, ia selalu membela karyanya sebagai alat pendidikan yang tak ternilai dan cara untuk menghormati tubuh manusia. Pameran ‘Body Worlds’ sendiri selalu menyertakan informasi mengenai asal-usul jenazah dan proses donasi yang dilakukan secara sukarela.
Meninggalnya Gunther von Hagens menandai akhir dari era bagi dunia anatomi dan pendidikan medis. Pengabdiannya selama puluhan tahun dalam mengembangkan dan mempopulerkan teknik plastinasi telah memberikan kontribusi signifikan yang akan terus dikenang dan dipelajari oleh generasi mendatang.
