Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menekankan pentingnya proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) berjalan secara transparan dan kredibel. Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas kebijakan moneter agar tidak terpengaruh oleh pergantian pucuk pimpinan bank sentral.
Shinta Kamdani menambahkan bahwa integritas dan profesionalisme calon gubernur BI harus menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan moneter tetap konsisten dan dapat diandalkan oleh pelaku ekonomi, baik domestik maupun internasional.
Menurut Shinta, stabilitas kebijakan moneter merupakan fondasi krusial bagi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi. APINDO berharap pemerintah dapat menunjuk kandidat yang memiliki rekam jejak mumpuni dan pemahaman mendalam tentang tantangan ekonomi global maupun domestik.
Proses pengajuan dan persetujuan calon gubernur BI, yang melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), diharapkan dapat berjalan dengan cermat dan objektif. APINDO percaya bahwa transparansi dalam setiap tahapan akan memperkuat kepercayaan publik terhadap otoritas moneter Indonesia.
Lebih lanjut, APINDO mendorong agar proses ini tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan visi dan misi calon gubernur dalam menghadapi dinamika ekonomi masa depan. Hal ini termasuk kemampuan dalam menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
