Putra Presiden terpilih Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo atau yang akrab disapa Didit Prabowo, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Pertemuan yang berlangsung tertutup ini terjadi pada Kamis (18/6/2026) siang, setelah Didit Prabowo menghadiri perayaan Malam 1 Suro di lingkungan Keraton Mangkunegaran.
Didit Prabowo tiba di kediaman Jokowi sekitar pukul 11.02 WIB dengan mengendarai mobil Toyota Vellfire berwarna putih. Ia tampak mengenakan kemeja putih dipadu celana biru dongker, seraya membawa sejumlah barang pribadi, termasuk buku dan tas ransel hitam. Kedatangan Didit disambut hangat oleh awak media dan warga yang berada di sekitar lokasi. Ia sempat menyapa singkat dengan ucapan "Halo" sebelum memasuki rumah mantan Wali Kota Solo tersebut.
Pertemuan yang berlangsung kurang lebih selama 30 hingga 40 menit itu dilaporkan berjalan secara tertutup. Saat Didit Prabowo meninggalkan kediaman Jokowi, Presiden ke-7 RI tersebut tampak mengantarnya hingga ke depan gerbang. Sebelum memasuki mobilnya, Didit sempat mencium tangan Jokowi dan memberikan keterangan singkat mengenai alasannya berkunjung.
"Mampir, habis 1 Suro," ujar Didit singkat kepada awak media saat berada di dalam mobil. Ia menjelaskan bahwa kunjungannya tersebut bersifat kebetulan, karena memang sedang berada di Solo untuk menghadiri sebuah acara kebudayaan dalam rangka perayaan 1 Suro di Mangkunegaran. "Jadi mampir ke tempat Pak Jokowi," tambahnya sambil menangkupkan kedua tangannya.
Meskipun pertemuan berlangsung tertutup dan detail pembahasannya tidak diungkapkan secara rinci kepada publik oleh pihak tuan rumah, kunjungan Didit Prabowo ini menuai tanggapan positif dari berbagai pihak. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia memuji sikap Didit Prabowo yang dinilai menjunjung tinggi sopan santun dan tetap menjaga hubungan baik di tengah momen peringatan Muharram.
"Ternyata beliau itu memang lagi ada di Solo. Muharraman, Muharraman di salah satu Keraton atau dua-duanya gitu loh, Muharraman. Nah, ya tapi saya muji juga lah kepada beliau ini, anak tergolong masih pemuda, adabnya tinggi, gitu loh, adabnya tinggi," ungkap Bestari saat dihubungi pada Kamis (18/6/2026).
Bestari Barus menilai bahwa silaturahmi ini menjadi bukti nyata kedekatan yang terjalin kuat antara keluarga besar Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Ia menambahkan, "Dibuktikan dengan sowan Pak Jokowi karena memang pasti beliau tahu bahwa persahabatan antara ayah beliau dengan Pak Jokowi itu sangat istimewa baik. Jadi kalau ada hal-hal yang khusus yang dibicarakan tentu itu tidak tersampaikan kepada saya dan kami, gitu loh. Jadi intinya lagi Muharraman."
Senada dengan Bestari, Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menyampaikan bahwa pertemuan antara Didit Prabowo dan Joko Widodo merupakan bentuk implementasi dari ajaran yang selalu ditanamkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada keluarganya dan seluruh kader partai.
"Silaturahmi Mas Didit ke Pak Jokowi hal yang lumrah, dan itu baik. Sebab, Mas Didit dan keluarga Pak Jokowi memang sejak dulu hubungan beliau baik," kata Bahtra kepada wartawan pada hari yang sama. Ia menegaskan bahwa Partai Gerindra senantiasa mengajarkan kepada seluruh kadernya, termasuk keluarga besar partai, untuk terus membangun hubungan yang baik dengan siapa pun tanpa terkecuali, terutama dengan para tokoh bangsa.
"Pak Prabowo memang selalu mengajarkan, tidak hanya kepada keluarga beliau, tetapi ke semua kader Gerindra juga diajarkan agar selalu membangun hubungan yang baik kepada siapa pun tanpa terkecuali, apalagi terhadap tokoh-tokoh bangsa kita," tuturnya lebih lanjut.
Kunjungan Didit Prabowo ke kediaman Jokowi ini juga menjadi sorotan publik di tengah berbagai dinamika politik nasional. Acara perayaan Malam 1 Suro sendiri merupakan tradisi penting dalam kalender Jawa yang kerap dirayakan dengan berbagai ritual dan kegiatan kebudayaan. Kehadiran Didit Prabowo di acara tersebut menunjukkan perhatiannya terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan tokoh-tokoh penting lainnya.
Dalam konteks yang lebih luas, interaksi antar tokoh politik dan keluarga mereka selalu menarik perhatian publik. Kunjungan ini, meski bersifat pribadi dan santai, dapat dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan baik dan memperkuat jejaring sosial di kalangan elite politik Indonesia. Hal ini sejalan dengan prinsip persahabatan dan keharmonisan yang seringkali menjadi nilai penting dalam membangun stabilitas sosial dan politik di suatu negara.
Perayaan Malam 1 Suro sendiri memiliki makna spiritual dan kultural yang mendalam bagi masyarakat Jawa. Tradisi ini seringkali dimaknai sebagai momen introspeksi, refleksi diri, dan memohon keselamatan serta keberkahan di tahun yang baru. Keterlibatan tokoh publik seperti Didit Prabowo dalam perayaan semacam ini turut berkontribusi dalam pelestarian dan promosi budaya lokal.
Pertemuan antara Didit Prabowo dan Joko Widodo di Solo ini, meskipun singkat dan tertutup, memberikan gambaran tentang dinamika hubungan personal di antara tokoh-tokoh publik. Hal ini menunjukkan bahwa di luar panggung politik formal, hubungan antarindividu dan keluarga tetap menjadi elemen penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Ke depannya, berbagai pertemuan serupa kemungkinan akan terus terjadi, mencerminkan upaya untuk membangun dialog dan memperkuat persahabatan antar elemen bangsa.











