Prancis tengah berjuang melawan kobaran api hutan yang semakin parah, bahkan memunculkan fenomena ‘pusaran api’ atau ‘fire whirls’. Akibatnya, sebanyak 55.000 warga terpaksa meninggalkan kediaman mereka demi keselamatan. Situasi ini menambah jumlah total pengungsi akibat kebakaran hutan di Prancis dan Spanyol yang kini mencapai lebih dari 340.000 orang.
Menurut keterangan dari juru bicara layanan darurat Prancis, gelombang evakuasi terbaru ini terkonsentrasi di wilayah Gironde, barat daya Prancis. Otoritas setempat telah mengerahkan upaya besar-besaran untuk memadamkan api yang terus meluas dan sulit dikendalikan.
Kepala dinas pemadam kebakaran Gironde, Arnaud Devaux, menggambarkan kobaran api tersebut sebagai sesuatu yang ‘sangat agresif’ dan ‘sulit dikendalikan’. Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca kering dan angin kencang semakin memperburuk situasi, memicu penyebaran api dengan cepat.
Fenomena ‘pusaran api’ atau ‘fire whirls’ dilaporkan muncul di beberapa titik, menambah tingkat bahaya bagi petugas pemadam kebakaran. ‘Pusaran api’ ini adalah kolom udara berputar yang terbentuk akibat panas ekstrem dari kebakaran, mirip tornado kecil yang dapat menyebarkan bara api dengan cepat.
Di Spanyol, kebakaran hutan juga masih menjadi ancaman serius, terutama di beberapa wilayah yang telah dilanda gelombang panas ekstrem beberapa pekan terakhir. Ribuan orang telah dievakuasi dari berbagai daerah terdampak di kedua negara. Otoritas kedua negara terus berkoordinasi dan mengerahkan sumber daya maksimal untuk mengatasi krisis ini.
Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne telah mengunjungi beberapa lokasi terdampak dan memberikan apresiasi kepada para petugas pemadam kebakaran. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama dalam menghadapi bencana alam ini. ‘Kami harus menunjukkan solidaritas kami terhadap para petugas pemadam kebakaran dan semua orang yang terkena dampak,’ ujar Borne saat mengunjungi pusat operasi di Gironde.
Situasi ini menjadi pengingat akan dampak perubahan iklim yang semakin nyata, dengan gelombang panas dan kondisi cuaca ekstrem yang memicu kebakaran hutan semakin sering terjadi di Eropa.
