Friday, 24 July 2026
BREAKING
BERITA

Iran Respons Ancaman Trump: Dana Triliunan Rupiah Siap Disita untuk Kompensasi Insiden Selat Hormuz

Oleh Emanuel July 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman serius terkait potensi penyitaan dana Iran senilai sekitar Rp 1.600 triliun. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mengganti kerugian akibat insiden yang melibatkan kapal-kapal di Selat Hormuz. Teheran tidak tinggal diam, memberikan respons tegas atas manuver politik Washington tersebut, yang berpotensi semakin memanaskan hubungan kedua negara.

Ancaman Trump ini muncul sebagai respons terhadap serangkaian insiden yang terjadi di perairan strategis Selat Hormuz. Meskipun detail spesifik mengenai kapal mana yang dimaksud dan bentuk kerugiannya belum diuraikan secara rinci, niat AS untuk menggunakan aset finansial Iran sebagai kompensasi menjadi sorotan utama. Nilai Rp 1.600 triliun sendiri merupakan angka yang sangat signifikan, mencerminkan potensi dampak ekonomi yang besar bagi Iran.

Pemerintah Iran, melalui pernyataan resminya, menyampaikan kekhawatiran mendalam dan respons yang serius terhadap potensi penyitaan aset tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, menegaskan bahwa tindakan semacam itu akan dianggap sebagai bentuk agresi dan pelanggaran hukum internasional. “Tindakan seperti itu akan dilihat sebagai tindakan permusuhan dan kami akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak-hak kami,” ujar Mousavi, menekankan kesiapan Teheran untuk menghadapi konsekuensi dari langkah AS.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran sendiri telah tegang sejak lama, terlebih lagi setelah AS memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran (JCPOA) pada Mei 2018. Ketegangan semakin meningkat dengan sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS terhadap Iran, serta insiden-insiden yang kerap terjadi di wilayah Teluk Persia, termasuk Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran minyak dunia yang vital.

Langkah Trump ini dinilai oleh banyak pihak sebagai bentuk tekanan politik dan ekonomi terbaru terhadap Iran. Penggunaan dana yang diduga berasal dari Iran untuk kompensasi kerugian dapat menjadi preseden baru dalam hubungan internasional, terutama dalam menyelesaikan sengketa maritim. Respons keras Iran menunjukkan bahwa negara tersebut tidak akan gentar menghadapi tekanan AS dan siap untuk membela kepentingannya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp