Wakil Presiden Ma’ruf Amin meninjau langsung kondisi anak-anak yang menjadi korban keracunan makanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Djasamen Saragih, Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada Senin (12/2/2024). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan medis terhadap para korban berjalan maksimal.
Dalam kunjungannya, Wapres Ma’ruf Amin turut menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan keluarga mereka atas peristiwa yang terjadi. “Saya atas nama pemerintah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para korban dan keluarganya,” ujar Wapres Ma’ruf Amin saat memberikan keterangan pers.
Peristiwa keracunan makanan ini dilaporkan menimpa sejumlah anak-anak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga setelah mengonsumsi makanan dari acara khitanan massal yang diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PD Muhammadiyah Karo. Data terbaru menunjukkan bahwa ratusan orang, mayoritas anak-anak, mengalami gejala keracunan.
Wapres menekankan pentingnya penanganan kesehatan yang memadai bagi seluruh korban. “Saya sudah perintahkan kepada pemerintah daerah dan juga Kementerian Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya, maksimal. Sampai sembuh semuanya,” tegasnya.
Pihak RSUD Dr. Djasamen Saragih telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk merawat para pasien. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga Senin pagi, tercatat ada 146 pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Gejala yang dialami korban bervariasi, mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam.
Pemerintah daerah setempat bersama dengan dinas kesehatan terus berkoordinasi untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab pasti keracunan ini. Sampel makanan yang dikonsumsi korban telah dikirim ke laboratorium untuk diuji. Sementara itu, aktivitas yang melibatkan pembagian makanan dalam jumlah besar di wilayah tersebut juga tengah dievaluasi.
Kunjungan Wapres ini diharapkan dapat memberikan dorongan moril bagi para korban dan keluarganya, serta memastikan bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap penanganan kasus keracunan massal ini. Penyelidikan mendalam akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
