Braunau am Inn, Austria – Bangunan bersejarah yang dulu dikenal sebagai tempat kelahiran Adolf Hitler di kota Braunau am Inn, Austria, kini telah bertransformasi menjadi sebuah kantor polisi. Perubahan fungsi ini merupakan langkah simbolis yang diambil oleh pemerintah Austria untuk menghilangkan jejak sejarah kelam yang terkait dengan rezim Nazi.
Gedung yang terletak di Salzburger Vorstadt 15 ini telah lama menjadi objek kontroversi dan sorotan publik. Setelah bertahun-tahun kosong dan menjadi bahan perdebatan mengenai penggunaannya, keputusan akhir jatuh pada renovasi total untuk dijadikan fasilitas penegakan hukum.
Proyek renovasi ini memakan biaya yang tidak sedikit, mencapai 5,1 juta Euro atau sekitar Rp 87 miliar. Seluruh biaya tersebut ditanggung oleh negara Austria. Proses renovasi dimulai sejak tahun 2021 dan kini telah selesai, siap untuk difungsikan sebagai kantor polisi.
Menteri Dalam Negeri Austria, Gerhard Karner, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 10 Oktober 2023, menegaskan tujuan di balik perubahan fungsi bangunan tersebut. “Tujuan kami adalah untuk menetralkan makna bangunan ini dari asosiasi negatifnya di masa lalu,” ujar Karner. Ia menambahkan bahwa bangunan ini akan digunakan oleh Kepolisian Austria, dengan penekanan pada pelatihan dan pendidikan bagi para petugas.
Keputusan untuk mengubah rumah kelahiran Hitler menjadi kantor polisi ini merupakan puncak dari perdebatan panjang mengenai nasib bangunan tersebut. Sebelumnya, berbagai usulan telah diajukan, termasuk menjadikannya pusat peringatan atau pusat studi tentang Holocaust. Namun, pemerintah Austria akhirnya memilih opsi yang dianggap paling efektif dalam menghilangkan daya tarik simbolis bangunan tersebut bagi kelompok neo-Nazi.
Pihak berwenang Austria telah berupaya keras untuk memastikan bahwa bangunan ini tidak lagi menjadi tempat ziarah atau sumber inspirasi bagi ideologi kebencian. Dengan menjadikannya kantor polisi, diharapkan bangunan ini akan melayani fungsi yang berlawanan dengan sejarah kelam yang pernah melekat padanya, yaitu sebagai simbol ketertiban dan keamanan masyarakat.
