Thursday, 23 July 2026
BREAKING
POLITIK

Prabowo dan Direktur FBI Bahas Pengembalian Artefak Budaya Indonesia yang Dicuri

Oleh Danu Ilham July 23, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di kediamannya di Kertanegara pada hari Rabu, 22 Mei 2024. Pertemuan ini menyoroti isu krusial mengenai upaya pengembalian artefak budaya Indonesia yang telah diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan secara mendalam langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk memulangkan kembali benda-benda bersejarah dan bernilai seni tinggi milik Indonesia yang jatuh ke tangan yang salah. Ini mencakup koordinasi antarlembaga dan pemanfaatan instrumen hukum internasional.

Kash Patel, yang baru menjabat sebagai Direktur FBI pada bulan April 2024, menyampaikan komitmen FBI untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam memberantas kejahatan lintas negara, termasuk penyelundupan artefak budaya. Ia menegaskan bahwa FBI memandang serius isu ini dan siap memberikan dukungan penuh.

“Kami memiliki tugas untuk melindungi warisan budaya dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, dari tangan para pencuri dan penyelundup,” ujar Patel dalam keterangan persnya usai pertemuan. “Kami telah membangun hubungan yang kuat dengan mitra penegak hukum di Indonesia, dan kami berharap dapat terus bekerja sama untuk membawa kembali artefak-artefak ini ke negara asalnya.”

Presiden Prabowo menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. Ia menekankan pentingnya artefak budaya bagi identitas bangsa dan sejarah Indonesia. Upaya pemulangan ini tidak hanya soal mengembalikan benda, tetapi juga mengembalikan bagian dari sejarah dan jati diri bangsa yang hilang.

“Artefak budaya adalah saksi bisu perjalanan bangsa kita. Kehilangan mereka berarti kehilangan sebagian dari cerita kita. Kami sangat menghargai kesediaan FBI untuk membantu kami dalam upaya yang sangat penting ini,” kata Prabowo.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum awal penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam penanganan tindak pidana penyelundupan artefak. Diskusi juga menyentuh mekanisme pelacakan, penyitaan, dan proses pengembalian artefak yang berhasil ditemukan.

Sebelumnya, beberapa artefak bersejarah Indonesia memang dilaporkan telah diselundupkan dan ditemukan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Kasus-kasus ini seringkali melibatkan jaringan penyelundup internasional yang sulit dijerat.

Dengan adanya dialog langsung antara pimpinan tertinggi Indonesia dan petinggi lembaga penegak hukum Amerika Serikat, diharapkan upaya pemulangan artefak budaya Indonesia dapat berjalan lebih efektif dan mendapatkan dukungan penuh dari kedua negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp