Thursday, 23 July 2026
BREAKING
BADMINTON

China Open 2026: Jonatan Christie Berjuang Keras, Alwi Farhan Tumbang di Tangan Ayush Shetty

Oleh Wibowo July 22, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Changzhou, 22 Juli 2026 – Perjuangan keras harus dilalui Jonatan Christie di babak 32 besar China Open 2026. Unggulan keempat asal Indonesia ini dipaksa bermain rubber game sebelum akhirnya mengalahkan Yudai Okimoto dari Jepang dengan skor 21-17, 6-21, 21-13.

Jonatan mengakui bahwa kondisi lapangan di Changzhou Open kali ini cukup menantang. “Puji Tuhan bisa keluar dari situasi yang kurang nyaman, kurang enak. Karena memang lapangan di China Open ini sedikit tricky dengan kondisi angin dan shuttlecocknya. Tadi benar-benar harus pintar berstrategi,” ujar Jonatan.

Ia menilai Yudai Okimoto adalah tipe pemain yang ulet dan tidak mudah dikalahkan. “Yodai tipe pemain yang ulet, telaten, tidak mudah dimatikan, tipikal pemain Jepang. Tadi saat di gim kedua dia sudah mulai lebih sabar dan poin saya tertinggal jauh, saya coba menyimpan energi untuk bersiap ke gim ketiga, gim penentuan. Itu sebuah pilihan yang bijak saya rasa,” jelasnya.

Meskipun kalah di gim kedua, Jonatan memanfaatkan momen tersebut untuk mencari ‘feeling’ pukulan smash yang tepat untuk gim penentu. “Tapi di gim kedua itu juga saya sekalian cari feeling-feeling smash untuk buat momentumnya pas saat paruh terakhir gim ketiga. Dan beruntung bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Menghadapi Loh Kean Yew dari Singapura di babak selanjutnya, Jonatan memprediksi akan bertemu lawan dengan tipe menyerang. “Besok bertemu Loh Kean Yew (Singapura) yang punya tipe menyerang. Saya harus hati-hati dan ekstra waspada karena dengan kondisi seperti ini, pasti mainnya dia lebih masuk. Harus diantisipasi,” tegasnya.

Sementara itu, langkah Alwi Farhan harus terhenti di babak yang sama. Ia takluk dari Ayush Shetty asal India melalui pertarungan tiga gim dengan skor 17-21, 21-5, 17-21.

Alwi mengaku kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berangin. “Kondisi lapangan di sini memang sangat berangin jadi agak tricky untuk menerapkan pola permainan. Ayush berubah sangat banyak dari permainan depannya, variasinya beberapa kali membuat saya tidak merasa nyaman,” ungkap Alwi.

Ia menambahkan bahwa di gim ketiga, meskipun sempat memiliki keuntungan, permainannya tidak berjalan sesuai rencana. “Di gim ketiga setelah interval saya sebenarnya punya keuntungan dan sudah disiapkan akan bermain seperti apa tapi memang tidak sesuai yang diinginkan,” tuturnya.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Alwi, terutama terkait persiapan fisik dan mental untuk turnamen beruntun. “Pelajaran lagi hari ini bagaimana ketika di turnamen pertama sudah all out dan habis-habisan, persiapan back to back turnamennya atau minggu keduanya harus bisa lebih baik lagi. Dari fisiknya, mentalnya, pikirannya harus cepat balik, cepat reset,” katanya.

Alwi kini akan mengalihkan fokusnya untuk persiapan Kejuaraan Dunia. “Setelah ini saya akan langsung alihkan fokus ke depan untuk Kejuaraan Dunia,” pungkasnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp