Sunday, 19 July 2026
BREAKING
DUNIA

Perseteruan Sengit Warnai Sidang Lanjutan Penyebab Kematian Diego Maradona

Oleh Heni Maulidya July 19, 2026 12 hours lalu 0 komentar

Perdebatan sengit nyaris berujung adu fisik antar pengacara mewarnai sidang lanjutan terkait penyebab kematian legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, yang digelar pada Selasa (19/12/2023). Meskipun sang maestro lapangan hijau telah berpulang pada 25 November 2020, misteri di balik kepergiannya masih terus bergulir di meja hijau.

Insiden nyaris bentrok ini terjadi di Pengadilan Federal San Isidro, Buenos Aires, Argentina. Suasana memanas ketika tim pengacara dari pihak keluarga Maradona, yang diwakili oleh Mario Baudry, terlibat adu argumen tajam dengan pengacara dari tim medis yang merawat Maradona. Menurut laporan, ketegangan memuncak ketika salah satu pengacara tim medis dituduh melakukan provokasi.

Mario Baudry, pengacara yang mewakili anak-anak Maradona, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku tim medis. Ia menyatakan, “Mereka (tim medis) telah membuat kesalahan besar. Mereka telah membunuh Maradona.” Pernyataan keras ini merujuk pada dugaan kelalaian medis yang menurut pihak keluarga menjadi faktor utama kematian Maradona.

Sidang ini merupakan kelanjutan dari proses hukum yang telah berjalan selama beberapa waktu untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Maradona. Legenda sepak bola dunia ini meninggal dunia pada usia 60 tahun di kediamannya di Tigre, Buenos Aires. Otopsi awal menunjukkan bahwa kematiannya disebabkan oleh gagal jantung akut, namun keluarga dan para penggemar menduga adanya unsur kelalaian dari tim medis yang merawatnya saat itu.

Tim medis yang disidangkan meliputi tujuh orang, termasuk dokter pribadi Maradona, Leopoldo Luque, dan psikiaternya, Agustina Cosachov. Mereka menghadapi dakwaan kelalaian berat yang berujung pada kematian. Para jaksa mengklaim bahwa tim medis tersebut telah bertindak lalai dalam perawatan Maradona, memberikan obat-obatan yang tidak semestinya, dan tidak memberikan perawatan intensif yang memadai.

Kasus ini terus menarik perhatian publik, tidak hanya di Argentina tetapi juga di seluruh dunia, mengingat status ikonik Diego Maradona. Persidangan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi keluarga serta para penggemar yang masih berduka atas kehilangan salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait