Friday, 17 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Teror Siber Hantui Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Usai Unggah Bantuan Korban Banjir Aceh

Oleh Wibowo July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Afina Syifa Biladina, salah satu finalis Miss Universe Indonesia 2025, menjadi korban intimidasi dan pelecehan siber setelah upayanya membantu korban banjir bandang di Aceh. Melalui media sosial, Afina membagikan potret memilukan pasca bencana di Aceh, yang justru berujung pada serangan digital yang mengancam.

Pada akhir Mei 2026, Afina mengunggah video di TikTok yang menampilkan kerusakan infrastruktur parah di Aceh. Ia menunjukkan jalanan yang tertutup tanah kering dan potret menyedihkan para siswa yang terpaksa belajar di tenda darurat akibat fasilitas sekolah yang rusak.

Serangan siber yang dialami Afina tidak hanya sebatas komentar negatif, melainkan meningkat menjadi pelecehan seksual daring. Ia mengaku menerima kiriman foto-foto tidak senonoh yang direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Foto-foto tanpa busana hasil editan AI tersebut dikirim berulang kali ke akun pribadinya, bahkan pada jam-jam yang tidak wajar, mulai dari dini hari sekitar pukul 03.30 hingga pagi hari.

Intimidasi digital yang dihadapi Afina terbilang sistematis. Selain penyebaran foto rekayasa AI, ia juga menerima pesan berisi pelecehan siber, bahkan pelaku membuat identitas palsu yang mencatut nama ayahnya. Gangguan juga merambah ke lingkaran pertemanan terdekat Afina melalui akun-akun anonim, menunjukkan upaya terstruktur untuk menjatuhkan mental sang finalis kontes kecantikan.

Afina mengungkapkan keheranannya mengapa aksi kemanusiaan yang dilakukannya justru memicu serangan. Ia menegaskan niatnya murni untuk menggalang kepedulian publik terhadap kondisi korban banjir di Aceh. Pelaku teror bahkan membuat hingga empat akun palsu untuk melancarkan aksinya.

Data yang dibagikan Afina merangkum kondisi pasca banjir Aceh yang memprihatinkan, meliputi kerusakan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan yang tidak dapat digunakan karena penuh lumpur, dan terpaksa belajar di tenda darurat dengan suhu panas. Rangkuman ini, yang didapat dari kunjungan langsungnya ke lokasi bencana, diduga memicu reaksi negatif dari oknum yang menggunakan buzzer untuk menekannya.

Meskipun menghadapi tekanan mental yang luar biasa, Afina Syifa Biladina tetap berkomitmen untuk menyuarakan bantuan bagi para korban bencana. Ia berharap masyarakat dapat lebih fokus pada upaya kemanusiaan daripada terlibat dalam perundungan siber.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait