Kondisi memprihatinkan pascabencana banjir di Aceh Tengah menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Para siswa di Desa Reje Payung, Takengon, terpaksa belajar di tenda darurat dengan fasilitas terbatas, memicu keprihatinan mendalam.
Afina Syifa Biladina, salah satu finalis Miss Universe Indonesia 2025, membagikan momen kunjungannya ke lokasi terdampak melalui platform TikTok. Unggahannya memperlihatkan betapa sulitnya perjuangan para murid dan guru di wilayah tersebut.
Banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu meninggalkan kerusakan parah pada infrastruktur sekolah. Bangunan utama sekolah dilaporkan tenggelam oleh lumpur dan belum dapat digunakan kembali. Akibatnya, pihak sekolah mendirikan tenda-tenda darurat sebagai ruang kelas sementara.
Namun, tenda darurat ini jauh dari kata layak. Para siswa menghadapi berbagai kendala, termasuk suhu udara yang sangat panas di dalam tenda saat siang hari. Ketiadaan alat tulis dan buku pelajaran yang memadai juga menjadi masalah serius, karena sebagian besar hanyut terbawa arus banjir. Situasi diperparah dengan hanya tersisanya satu buku pelajaran yang harus digunakan bersama-sama oleh seluruh siswa. Kondisi lantai tenda yang tidak nyaman dan minim perlindungan dari debu serta sisa lumpur semakin menambah kesulitan.
Keterbatasan ini menjadi tantangan berat bagi para pengajar dalam menyampaikan materi. Meski demikian, semangat anak-anak di Desa Reje Payung untuk tetap bersekolah terlihat sangat tinggi.
Situasi yang tidak kondusif ini membuat para tenaga pendidik terpukul. Seorang guru bahkan tak kuasa menahan air mata saat menceritakan penderitaan anak didiknya. Ia mengungkapkan bahwa banyak siswa yang sering mengeluh tidak kuat menahan panas dan ingin segera pulang, hal yang wajar mengingat sirkulasi udara di dalam tenda darurat sangat buruk saat matahari terik.
Kondisi terkini di lokasi terdampak banjir meliputi: Lokasi Sekolah di Desa Reje Payung, Takengon, Aceh Tengah; Ruang Belajar menggunakan tenda darurat di atas lahan terdampak; Fasilitas Buku hanya tersisa satu buku pelajaran untuk seluruh kelas; dan Keluhan Siswa terkait suhu panas ekstrem yang mengganggu konsentrasi belajar.
Tabel tersebut menyoroti betapa mendesaknya kebutuhan akan renovasi gedung sekolah dan pengadaan buku pelajaran baru. Tanpa bantuan yang cepat, kualitas pendidikan anak-anak di desa ini terancam terus menurun.
Afina Syifa Biladina mengungkapkan rasa sedihnya melihat potret buram dunia pendidikan di wilayah pelosok Aceh tersebut. Ia berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah maupun masyarakat luas agar warga segera mendapatkan bantuan yang layak. Meskipun dalam keterbatasan, keceriaan masih sesekali tampak di wajah para murid saat berinteraksi. Harapan besar disematkan agar proses pemulihan infrastruktur pendidikan di Aceh Tengah segera diselesaikan demi masa depan mereka.
