Rumah Terendam Banjir, Warga Batang Tukar Uang Rusak Senilai Rp1,54 Miliar ke BI Tegal

Emanuel

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal baru saja menyelesaikan proses penukaran uang rupiah dalam jumlah fantastis. Seorang warga asal Kabupaten Batang bernama Ida Murlija berhasil menukarkan uang miliknya yang rusak akibat terendam banjir rob.

Total nominal uang yang diajukan untuk ditukar mencapai Rp1,54 miliar. Kejadian ini menjadi perhatian karena besarnya nilai uang yang terdampak bencana alam tersebut.

Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa proses penukaran ini dilakukan melalui prosedur resmi. Ibu Ida sebelumnya telah melakukan pendaftaran secara daring melalui aplikasi PINTAR di laman resmi BI.

Setelah proses administrasi selesai, petugas BI segera melakukan penelitian mendalam terhadap setiap lembar uang yang dibawa. Langkah ini krusial untuk memastikan keaslian uang sekaligus menentukan nilai penggantian yang sah menurut ketentuan Bank Indonesia.

Bimala mengungkapkan hasil akhir dari verifikasi tersebut. Dari total klaim Rp1,54 miliar, sebanyak Rp1,51 miliar dinyatakan memenuhi syarat untuk diganti. Uang yang lolos verifikasi tersebut kini sudah digantikan dengan uang Rupiah layak edar.

Pihak BI menegaskan bahwa layanan penukaran uang rusak ini tersedia rutin setiap hari Selasa dan Kamis. Masyarakat yang ingin menukarkan uang wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR agar terlayani dengan maksimal.

Namun, tidak semua uang rusak bisa langsung diganti oleh pihak bank. Ada kriteria ketat yang harus dipenuhi oleh pemohon.

Syarat utama penggantian meliputi kondisi fisik uang yang tersisa harus lebih dari dua pertiga ukuran aslinya. Selain itu, ciri keaslian uang harus tetap bisa dikenali. Uang tersebut juga harus merupakan satu kesatuan atau bisa dibuktikan berasal dari lembar yang sama.

Bimala mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menyimpan aset berharga. Ia menyarankan agar uang tunai dan dokumen penting disimpan di tempat yang aman dan terhindar dari risiko bencana seperti banjir atau kebakaran.

BI juga mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke layanan perbankan dalam menyimpan dana. Penggunaan instrumen pembayaran non-tunai seperti transfer bank, uang elektronik, hingga QRIS dinilai jauh lebih aman dan praktis dibandingkan menyimpan uang tunai di rumah.

Layanan penukaran uang rusak di BI terbuka untuk umum, mudah diakses, dan sama sekali tidak dipungut biaya. Harapannya, masyarakat semakin memahami prosedur penukaran yang benar serta lebih peduli dalam merawat uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All