Mencoba Lumo 2.0: Alternatif Chatbot AI Berbasis Privasi Penantang ChatGPT

Heni Maulidya

Pengguna yang mencari alternatif chatbot bertenaga kecerdasan buatan (AI) kini memiliki opsi baru yang lebih serius soal privasi. Proton, perusahaan yang dikenal dengan layanan email dan VPN, baru saja meluncurkan Lumo 2.0. Pembaruan ini hadir setelah versi pertamanya dirilis pada Agustus 2025 lalu.

Lumo 2.0 kini membawa fitur yang jauh lebih kompetitif. Pengguna tidak hanya bisa mengobrol dengan teks, tetapi juga sudah mampu melakukan pembuatan hingga analisis gambar. Kemampuan ini membuat posisinya semakin dekat dengan dominasi ChatGPT maupun Gemini milik Google.

Dari segi aksesibilitas, Lumo dapat digunakan melalui peramban web, aplikasi Android, serta iOS. Pengguna bisa memulainya secara gratis tanpa perlu membuat akun Proton. Meski begitu, terdapat paket Pro seharga 12,99 dolar AS per bulan yang menawarkan riwayat obrolan lengkap, model AI lebih canggih, serta batas penggunaan yang lebih tinggi.

Salah satu daya tarik utama Lumo adalah komitmen privasinya. Proton memastikan bahwa data obrolan pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI mereka. Selain itu, terdapat fitur enkripsi akses nol yang menjaga kerahasiaan percakapan dari pihak luar, termasuk pemerintah maupun staf internal Proton.

Berbeda dengan beberapa kompetitor yang masih melibatkan tinjauan manusia untuk meningkatkan layanan, Proton memilih untuk tidak melakukan hal tersebut. Lumo juga berjalan di atas model AI sumber terbuka, yang dianggap lebih transparan dibandingkan teknologi tertutup lainnya.

Dalam pengujian, Lumo 2.0 menunjukkan peningkatan signifikan pada fitur pembuatan gambar. Hasil visualnya mampu bersaing ketat dengan ChatGPT, meski resolusinya sedikit lebih rendah. Kecepatan pemrosesan gambarnya pun tergolong impresif dan efisien.

Untuk urusan penalaran, Lumo 2.0 kini dilengkapi dengan mode Thinking. Mode ini memang bekerja lebih lambat, namun sangat efektif saat menganalisis dokumen riset ilmiah yang rumit. Bahkan, dalam beberapa skenario, Lumo menyajikan informasi dengan format yang lebih mudah dipahami daripada ChatGPT.

Kemampuan pencarian web pada Lumo juga telah ditingkatkan. Bot ini mampu merangkum berita terkini dengan menyertakan referensi yang jelas. Pengguna juga bisa memanfaatkan fitur Custom Lumos, yang mirip dengan Custom GPTs di ChatGPT, untuk membantu tugas-tugas spesifik seperti menyunting teks atau format data tertentu.

Secara keseluruhan, meskipun ChatGPT tetap menjadi pemimpin pasar dengan fitur seperti mode suara langsung, Lumo 2.0 berhasil memperkecil jarak ketertinggalannya. Bagi pengguna yang memprioritaskan keamanan data di atas segalanya, Lumo adalah pilihan yang sangat layak dipertimbangkan untuk kebutuhan AI sehari-hari.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All