Sebuah rekaman kamera dasbor atau dashcam yang memperlihatkan perdebatan antara pengendara mobil dan petugas gerbang tol mendadak viral di media sosial. Kejadian ini memicu sorotan publik terkait penggunaan sistem pembayaran tol nirsentuh atau Flo.
Dalam video yang beredar luas, pengemudi mobil tersebut tampak diberhentikan oleh petugas saat melintas di gerbang tol. Petugas mencurigai pengemudi karena tidak berhenti untuk melakukan transaksi pembayaran seperti pengguna kartu e-toll pada umumnya.
Sikap petugas tersebut memicu reaksi keras dari pengemudi. Dengan nada menantang, pengemudi itu menegaskan bahwa dirinya merupakan pengguna layanan Flo. Saya menggunakan Flo, lantas kenapa, seru pengemudi tersebut saat dikonfrontasi petugas.
Flo sendiri merupakan inovasi pembayaran tol berbasis teknologi nirsentuh yang diluncurkan Jasa Marga dalam tahap uji coba sejak tahun 2020. Hingga saat ini, layanan tersebut memang belum dirilis secara resmi secara luas.
Saat ini, ketersediaan teknologi Flo masih terbatas pada beberapa gerbang tol tertentu di Indonesia. Penggunaan kartu e-toll dengan sistem tempel atau tap masih menjadi metode pembayaran paling dominan yang dipahami masyarakat luas, termasuk para petugas di lapangan.
Di kolom komentar, sejumlah warganet mencoba menganalisis insiden tersebut. Beberapa orang berpendapat bahwa petugas mungkin salah paham karena pengemudi dianggap terlalu rapat mengekor kendaraan di depannya. Hal ini sering disalahartikan sebagai upaya menerobos gerbang sebelum palang pintu tertutup.
Namun, tidak sedikit netizen yang justru berbagi pengalaman serupa. Mereka mengaku pernah mengalami nasib yang sama saat menggunakan Flo di gerbang tol. Banyak pihak mempertanyakan apakah petugas di lapangan telah mendapatkan sosialisasi memadai terkait sistem pembayaran modern ini.
Saya juga pernah mengalami hal ini. Apakah petugas tidak diberi tahu bahwa kita bisa membayar tol menggunakan Flo, tulis salah satu warganet dalam kolom komentar. Pertanyaan ini mewakili kebingungan banyak pengguna teknologi baru di tengah transisi sistem pembayaran tol.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa teknologi canggih memerlukan dukungan edukasi yang merata. Tidak hanya bagi para pengendara, tetapi juga bagi seluruh petugas operasional di lapangan.
Meski sempat memicu perdebatan, viralnya video ini diharapkan dapat menjadi momentum perbaikan. Kini, kesadaran publik mengenai keberadaan Flo semakin meningkat. Diharapkan ke depan, tidak ada lagi kesalahpahaman serupa antara pengguna teknologi nirsentuh dan petugas yang berjaga di gerbang tol.











