Harapan Ferrari untuk menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara Formula 1 musim ini sempat mencuat setelah kemenangan Lewis Hamilton di Barcelona. Namun, sang juara dunia tujuh kali tersebut menegaskan bahwa jalan menuju puncak masih sangat panjang dan penuh rintangan.
Hamilton menyoroti kekuatan tim lamanya, Mercedes, yang ia sebut sangat fenomenal. Selain itu, Ferrari dinilai masih kekurangan performa mesin yang mumpuni, meskipun tim asal Italia tersebut telah memperkenalkan peningkatan paket teknis pertama mereka di Austria.
Saat berlaga di Red Bull Ring, Hamilton merasakan kesenjangan yang cukup signifikan dengan unit daya milik Mercedes. Menurutnya, Ferrari kehilangan sekitar empat persepuluh detik di lintasan lurus. Defisit sebesar itu dinilai sangat sulit untuk ditutupi hanya melalui kecepatan di tikungan.
Hamilton menjelaskan bahwa keunggulan unit daya Mercedes tidak hanya terletak pada tenaga murni, tetapi juga efisiensi manajemen energi. Hal ini diprediksi akan menjadi faktor krusial yang membuat balapan di Silverstone dan Spa-Francorchamps menjadi sangat menantang bagi Ferrari.
Karakteristik sirkuit yang memiliki banyak lintasan lurus panjang membuat para pembalap khawatir mengenai penggunaan tenaga. Hamilton menyebut bahwa para pembalap telah mendiskusikan masalah ini dalam grup komunikasi mereka. Mereka mengantisipasi kekurangan daya baterai karena minimnya tikungan untuk mengisi ulang energi.
Kondisi tersebut membuat MGU-K harus dimatikan pada sebagian besar putaran. Hamilton bahkan memperingatkan bahwa defisit kecepatan yang dialami Ferrari bisa menjadi dua kali lebih besar di dua sirkuit tersebut.
Rekan setimnya, Charles Leclerc, memberikan penilaian senada. Pembalap asal Monako itu mengakui bahwa dirinya kesulitan mempertahankan ritme balap saat tampil di Austria. Meskipun tim telah mengidentifikasi akar masalahnya, Leclerc tetap realistis bahwa dua seri balapan berikutnya akan menjadi ujian berat bagi skuad Ferrari.
Meski demikian, Hamilton mendesak timnya untuk terus bekerja keras memaksimalkan setiap peluang yang ada. Ia menekankan pentingnya bagi Ferrari untuk tetap fokus mengumpulkan poin sembari menunggu sirkuit yang lebih bersahabat, seperti Hungaroring.
Menurut Hamilton, Hungaroring mungkin akan menyajikan pertarungan yang lebih ketat karena tidak memiliki banyak lintasan lurus panjang. Ia berharap timnya bisa memanfaatkan momen tersebut untuk memangkas ketertinggalan poin.
Saat ini, Hamilton mengakui bahwa Kimi Antonelli masih unggul cukup jauh dalam klasemen. Namun, ia menegaskan bahwa kompetisi musim ini belum berakhir. Semangat juang seluruh anggota tim menjadi modal utama Ferrari untuk terus menekan Mercedes dan Red Bull hingga akhir musim.











