Pasar LCGC Kian Terpuruk di Tengah Moncernya Penjualan Mobil Listrik

Emanuel

Industri otomotif nasional mencatatkan rapor positif sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total distribusi mobil dari pabrik ke dealer atau wholesales mencapai 359.015 unit.

Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 12,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Tren kenaikan ini terjadi hampir di seluruh segmen kendaraan, kecuali pada kategori mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan atau LCGC.

Lonjakan pasar otomotif tahun ini rupanya lebih banyak ditopang oleh segmen kendaraan elektrifikasi yang semakin diminati konsumen. Berdasarkan catatan Gaikindo, distribusi mobil hybrid berhasil menembus angka 34.151 unit atau melonjak 49,7 persen.

Peningkatan drastis juga terjadi pada segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang meroket hingga 416,1 persen dengan total 2.601 unit. Sementara itu, mobil listrik berbasis baterai (BEV) turut mencatatkan performa gemilang dengan kenaikan 80 persen menjadi 57.087 unit.

Segmen mobil penumpang dan komersial konvensional juga mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 7,6 persen. Total distribusi untuk kategori ini mencapai 219.121 unit pada lima bulan pertama 2026.

Di sisi lain, nasib kurang beruntung justru dialami oleh segmen LCGC. Kategori ini menjadi satu-satunya segmen yang mengalami kontraksi pasar atau penurunan distribusi cukup dalam.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, distribusi wholesales LCGC tercatat hanya sebanyak 46.055 unit. Angka ini turun 22,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 59.747 unit.

Meskipun pasar sedang tertekan, sejumlah model masih menjadi primadona di segmen mobil murah ini. Toyota Calya menempati posisi teratas sebagai model terlaris dengan total 13.543 unit.

Di urutan kedua, Daihatsu Sigra menyusul dengan catatan 11.885 unit. Kemudian disusul oleh Honda Brio Satya yang terjual sebanyak 10.844 unit.

Sementara itu, dua model lainnya yakni Toyota Agya dan Daihatsu Ayla harus puas berada di posisi terbawah. Toyota Agya membukukan penjualan 6.173 unit, sedangkan Daihatsu Ayla mencatatkan distribusi sebanyak 3.610 unit.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen otomotif di Indonesia. Masyarakat saat ini cenderung beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan, sehingga pangsa pasar LCGC yang selama ini menjadi andalan kelas menengah mulai tergerus secara signifikan.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pemulihan bagi segmen LCGC di tengah gencarnya gempuran teknologi elektrifikasi yang terus menawarkan efisiensi serta dukungan regulasi dari pemerintah. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi para produsen mobil di segmen harga terjangkau untuk tetap menjaga daya saing di pasar nasional.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All