Sirkuit Silverstone yang legendaris kini menjadi sorotan tajam para pembalap Formula 1 menjelang penerapan regulasi teknis baru pada musim 2026. Lintasan cepat asal Inggris ini dikhawatirkan akan kehilangan pesonanya karena keterbatasan manajemen energi pada mobil generasi mendatang.
Fernando Alonso secara terbuka menyatakan kekhawatirannya mengenai pengalaman berkendara di Silverstone di masa depan. Menurut juara dunia dua kali itu, mobil F1 tahun 2026 tidak akan lagi menyenangkan untuk dikendarai di sirkuit tersebut. Ia bahkan menyebut simulasi yang ia jalani menunjukkan hasil yang cukup menyedihkan bagi para pembalap maupun penonton.
Masalah utama terletak pada distribusi tenaga listrik yang tidak merata di sepanjang lintasan. Mobil-mobil baru nanti kemungkinan besar akan kekurangan daya saat melewati tikungan ikonik seperti Maggotts, Becketts, dan Chapel. Akibatnya, pembalap terpaksa melakukan pengisian daya atau harvest energi di area yang seharusnya bisa dilibas dengan kecepatan penuh.
Alonso secara tegas menyebut kombinasi tikungan Maggotts-Becketts-Chapel akan berubah fungsi menjadi stasiun pengisian daya berjalan. Padahal, sektor ini dikenal sebagai salah satu ujian fisik tersulit dengan gaya gravitasi yang sangat menuntut performa maksimal mesin dan nyali pembalap.
Keadaan ini diperburuk oleh regulasi FIA yang mengatur batas penggunaan energi. Penyesuaian aturan ini dilakukan untuk menyeimbangkan kebutuhan energi, namun dampaknya justru memaksa pembalap melakukan lift and coast atau melepas pedal gas di tikungan. Hal ini tentu sangat berbeda dengan karakter mobil generasi sebelumnya yang sangat cocok dengan karakteristik Silverstone.
Pembalap muda Oliver Bearman turut merasakan dampak dari perubahan regulasi yang dinamis ini. Ia mengungkapkan betapa sulitnya bagi tim untuk melakukan simulasi karena target manajemen energi sering kali berubah secara mendadak. Menurutnya, pengurangan kapasitas listrik di tengah persiapan teknis membuat tim harus merancang ulang strategi balap dari awal dalam waktu yang sangat sempit.
Alonso menambahkan bahwa kehilangan tenaga di tengah tikungan memberikan efek ganda yang merugikan. Selain kehilangan kecepatan akibat kurangnya tenaga listrik, hambatan udara atau drag pada mobil saat berbelok membuat laju kendaraan menjadi jauh lebih lambat. Fenomena ini dianggap jauh lebih buruk dibandingkan jika kehilangan tenaga terjadi di lintasan lurus.
Kritik dari para pembalap papan atas ini menjadi alarm bagi pihak penyelenggara Formula 1. Banyak pihak khawatir bahwa regulasi teknis 2026 justru akan meredupkan tontonan balap yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi penggemar setia F1 di seluruh dunia.











