Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi melakukan perombakan total terhadap kurikulum pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Keputusan ini diambil sebagai langkah evaluasi serius setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian pelatihan tersebut.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa sejumlah materi bercorak militer telah dihapus. Salah satu perubahan paling mencolok adalah ditiadakannya materi latihan menembak bagi para peserta.
Tidak hanya itu, nama program pelatihan yang sebelumnya dikenal sebagai Latihan Dasar Militer (Latsarmil) kini resmi diubah. Program tersebut berganti menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial untuk menyesuaikan kebutuhan peserta.
Rico menjelaskan bahwa intensitas kegiatan fisik kini telah disesuaikan dengan latar belakang peserta yang mayoritas merupakan warga sipil. Fokus pelatihan digeser sepenuhnya untuk pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan wawasan kebangsaan.
Terkait beredarnya dokumentasi latihan menembak di media sosial, Rico mengklarifikasi bahwa rekaman tersebut diambil sebelum evaluasi dilakukan. Menurutnya, kegiatan menembak sudah tidak lagi menjadi bagian dari kurikulum pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP).
Program pelatihan ini menjadi sorotan tajam setelah lima calon manajer dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh pada 18 Juni, dan Novia Rahmadhani Sihotang pada 22 Juni.
Dua peserta lainnya, yakni Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Dya Sari, meninggal dunia pada 26 Juni 2026. Berdasarkan laporan medis, penyebab kematian para peserta tersebut antara lain dipicu oleh henti jantung serta serangan panas atau heat stroke.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, turut memberikan respons atas insiden tragis tersebut. Ia menekankan bahwa pelatihan bagi calon manajer koperasi seharusnya mengedepankan aspek manajerial agar sesuai dengan tujuan operasional yang diharapkan.
Puan juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga korban yang ditinggalkan. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi titik balik agar proses pendidikan selanjutnya lebih mengutamakan keselamatan serta relevansi materi bagi para peserta.
Langkah perubahan kurikulum ini merupakan respons cepat pemerintah dalam memperbaiki standar operasional prosedur pendidikan bela negara. Fokus utama ke depan adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman namun tetap efektif dalam mencetak manajer koperasi yang kompeten.











