Monday, 17 August 2026
BREAKING
POLITIK

Ribuan Calon Mahasiswa Enggan Daftar Ulang, DPR Soroti Masalah UKT hingga Pilihan Jurusan

Oleh Darus H July 2, 2026 2 months lalu 0 komentar

Fenomena ribuan calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi namun tidak melakukan daftar ulang kembali mencuat. Kondisi ini memicu perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, yang menyoroti sejumlah alasan di balik keputusan tersebut.

Kurniasih mengungkapkan bahwa ketidakhadiran calon mahasiswa untuk mendaftar ulang pada jalur SNBT maupun SNBP 2026 dipicu oleh beberapa faktor utama. Hal ini merujuk pada pola yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Penyebab pertama adalah ketidaksesuaian program studi. Banyak calon mahasiswa merasa jurusan yang diterima bukan merupakan minat utamanya atau hanya menjadi pilihan kedua di perguruan tinggi tersebut.

Faktor kedua dan yang paling krusial berkaitan dengan kemampuan ekonomi keluarga. Kurniasih menilai banyak calon mahasiswa merasa bimbang setelah melihat besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditetapkan perguruan tinggi.

Biaya pendidikan yang dirasa tidak sesuai ekspektasi sering kali menjadi penghambat utama bagi keluarga untuk melanjutkan proses administratif. Masalah fiskal ini menjadi beban berat yang memaksa calon mahasiswa mengurungkan niatnya.

Selain itu, terdapat pula calon mahasiswa yang memilih jalur pendidikan lain. Mereka lebih tertarik melanjutkan studi di perguruan tinggi kedinasan di bawah kementerian atau lembaga, serta universitas luar negeri.

Terkait kabar beredar mengenai 60 ribu calon mahasiswa jalur SNBP 2026 yang tidak mendaftar ulang, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, memberikan klarifikasi. Ia membantah angka tersebut hanya berasal dari satu jalur saja.

Menurut Eduart, jumlah 60 ribu tersebut merupakan akumulasi dari seluruh jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru, bukan hanya dari SNBP.

Kurniasih mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi segera melakukan riset mendalam. Ia berharap pemerintah melakukan survei atau studi komparatif untuk memetakan akar masalah secara presisi.

Baginya, fenomena banyaknya calon mahasiswa yang tidak melanjutkan pendidikan adalah persoalan serius bagi bangsa. Apalagi, angka partisipasi kuliah di Indonesia saat ini masih berada di bawah 40 persen.

Politikus PKS ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, akses pendidikan tinggi di Tanah Air dapat terus ditingkatkan agar lebih banyak generasi muda yang bisa mengenyam bangku kuliah.

Kurniasih menyampaikan pandangannya ini saat berada di Kompleks DPR, MPR, dan DPD pada Kamis, 2 Juli 2026. Ia menekankan bahwa peningkatan angka partisipasi pendidikan harus menjadi prioritas bersama agar kualitas sumber daya manusia nasional semakin kompetitif di masa depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp