Persaingan Ketat Mobil Listrik Makan Korban, Lucid Motors Pangkas 18 Persen Karyawan

Emanuel

Lucid Motors, produsen mobil listrik ternama asal Newark, California, Amerika Serikat, baru saja mengambil langkah drastis dalam operasional bisnisnya. Perusahaan resmi mengumumkan pemangkasan tenaga kerja secara signifikan sebesar 18 persen di wilayah Amerika Serikat. Keputusan sulit ini diambil sebagai respons atas besarnya biaya produksi di tengah pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif.

Selain merumahkan sebagian besar karyawannya, Lucid juga mengonfirmasi bahwa Chief Operating Officer (COO) mereka, Marc Winterhoff, telah resmi meninggalkan perusahaan. Langkah efisiensi ini mencakup karyawan tetap, pekerja kontrak, hingga staf manufaktur per jam. Meskipun tidak merinci angka pasti, Lucid diketahui memiliki total sekitar 9.000 karyawan secara global hingga penutupan tahun lalu.

Ketidakmampuan Lucid untuk menghadirkan model kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu tantangan terbesar saat ini. Di sisi lain, konsumen di Amerika Serikat cenderung lebih melirik mobil listrik dengan harga ekonomis. Kondisi ini membuat Lucid semakin kesulitan bersaing melawan pemain besar yang sudah mapan seperti Tesla maupun General Motors (GM).

Sebagai bagian dari strategi penghematan biaya operasional, perusahaan juga memutuskan untuk menghapus shift kedua di fasilitas produksi utama mereka, yakni pabrik AMP-1. Langkah ini mengikuti kebijakan serupa yang pernah dilakukan perusahaan pada Februari 2026, di mana saat itu Lucid memangkas 12 persen tenaga kerjanya di Amerika Serikat.

Minimnya permintaan pasar terhadap mobil listrik besutan Lucid berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan. Situasi yang penuh tekanan ini memaksa manajemen untuk menangguhkan prospek produksi tahun 2026 sambil melakukan evaluasi mendalam terhadap segmen kendaraan listrik di pasar Amerika.

Meski diterpa badai efisiensi, Lucid tetap berusaha menjaga optimisme untuk pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan kini menaruh harapan besar pada peluncuran SUV Gravity serta pengembangan segmen kendaraan listrik menengah. Selain itu, Lucid tengah menjajaki masa depan mobilitas melalui kemitraan strategis untuk menghadirkan layanan robotaxi bersama Uber dan startup kendaraan otonom, Nuro.

Langkah ini menjadi penanda betapa ketatnya persaingan di industri otomotif masa depan. Dengan perubahan strategi ini, Lucid berharap dapat menyehatkan kembali kondisi keuangan perusahaan sekaligus bertahan di tengah gempuran produsen raksasa yang mendominasi pasar global saat ini. Hingga kini, publik masih menanti hasil evaluasi perusahaan dalam menentukan arah bisnis mereka di tengah transisi energi yang semakin menuntut efisiensi tinggi dan harga yang kompetitif bagi masyarakat.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All