Mobil Listrik Bisa Jadi Penyelamat Saat Mati Lampu, Begini Cara Kerja Fitur V2L

Emanuel

Di tengah tantangan pemadaman listrik yang sempat melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa akibat gangguan teknis pada pembangkit listrik swasta, kepemilikan mobil listrik kini menawarkan manfaat tambahan. Kendaraan ramah lingkungan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga bisa berubah menjadi power bank raksasa melalui fitur Vehicle to Load atau V2L.

Teknologi V2L memungkinkan energi yang tersimpan dalam baterai mobil listrik dialirkan keluar untuk menghidupkan berbagai perangkat elektronik rumah tangga. Saat listrik padam, fitur ini bisa menjadi solusi darurat untuk menyalakan perangkat esensial seperti lampu, kulkas, hingga koneksi Wi-Fi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam jumpa pers pada Jumat 19 Juni lalu menyatakan pihaknya terus bekerja all out siang dan malam untuk menyelesaikan kendala teknis pada dua pembangkit listrik besar agar pasokan energi kembali normal. Meski demikian, kehadiran teknologi V2L pada mobil listrik memberikan ketenangan ekstra bagi pemiliknya saat gangguan suplai listrik terjadi.

Secara teknis, fitur ini bekerja dengan mengubah arus searah atau DC dari baterai mobil menjadi arus bolak-balik atau AC yang setara dengan listrik di stopkontak rumah. Proses ini dilakukan melalui adaptor khusus yang dicolokkan ke port pengisian daya atau menggunakan soket bawaan yang tersedia di dalam kabin kendaraan.

Kapasitas baterai mobil listrik yang umumnya mencapai 60 hingga 100 kWh jauh melampaui stasiun daya portabel biasa yang hanya berkapasitas 2 hingga 3 kWh. Hal ini menjadikan mobil listrik sebagai cadangan energi yang sangat mumpuni.

Meski sangat berguna, V2L bukanlah pengganti instalasi listrik rumah secara permanen. Penggunaannya terbatas pada perangkat yang dicolokkan langsung ke mobil, bukan dialirkan ke jaringan listrik rumah secara menyeluruh seperti teknologi Vehicle to Home atau V2H.

Keluaran daya V2L juga memiliki batasan, misalnya pada Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6 yang rata-rata menghasilkan 3,6 kW. Oleh karena itu, fitur ini lebih efektif untuk beban listrik skala kecil hingga menengah.

Sistem manajemen baterai atau Battery Management System akan mengatur seluruh proses ini agar tegangan tetap stabil dan mencegah baterai mengalami panas berlebih. Pengguna juga bisa mengatur batas penggunaan baterai mulai dari 20 hingga 80 persen melalui layar head unit agar daya kendaraan tidak habis total.

Sebagai catatan, penggunaan fitur ini umumnya hanya dapat dilakukan saat mobil dalam posisi berhenti atau parkir. Karena setiap energi yang digunakan akan mengurangi jarak tempuh berkendara, fitur V2L sebaiknya diposisikan sebagai penyelamat darurat saat kondisi mendesak saja.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All