Pemerintah Siapkan Tabung Gas Merah Putih untuk Gantikan LPG 3 Kg

Emanuel

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mulai menguji coba tabung gas terbaru bernama CNG Merah Putih. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang membebani subsidi energi negara.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa belasan unit purwarupa tabung sedang memasuki tahap pengujian ketat. Proyek strategis ini ditargetkan bisa mulai diimplementasikan serta didistribusikan kepada masyarakat luas pada tahun 2026.

Tabung CNG Merah Putih ini menggunakan teknologi material komposit Tipe 4 yang sangat canggih. Inovasi tersebut dirancang agar bobot tabung jauh lebih ringan dibandingkan tabung gas LPG konvensional.

Keunggulan teknologi ini bertujuan agar masyarakat rumah tangga tidak kesulitan saat melakukan penggantian tabung gas. Saat ini, pemerintah melakukan pengadaan unit dari China untuk keperluan uji coba di Lemigas.

Fokus utama pengujian tersebut mencakup aspek keamanan katup serta ketahanan tabung terhadap tekanan gas yang tinggi. Pemerintah memastikan harga jual gas CNG akan dipatok setara dengan harga LPG bersubsidi saat ini.

Langkah penyamaan harga ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan beban subsidi energi. Pemerintah memproyeksikan efisiensi subsidi dapat mencapai 30 persen melalui program konversi gas bumi domestik tersebut.

Implementasi awal akan diprioritaskan bagi wilayah kota besar di Pulau Jawa yang memiliki infrastruktur pipa gas. Koordinasi dengan SKK Migas terus dilakukan guna memastikan ketersediaan alokasi gas untuk kelancaran program.

Di sisi lain, masyarakat kini menghadapi penyesuaian harga LPG non-subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg. Kebijakan kenaikan harga ini telah berlaku secara resmi sejak tanggal 18 April 2026 lalu.

Berdasarkan pantauan di wilayah Tangerang Selatan, harga LPG 12 kg kini dibanderol mencapai Rp 245.000 per tabung. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar Rp 35.000 dibandingkan dengan periode harga sebelumnya.

Sementara itu, LPG ukuran 5,5 kg kini dijual di tingkat pangkalan dengan harga Rp 130.000 per tabung. Produk tersebut mengalami kenaikan harga sekitar Rp 20.000 dari harga yang berlaku sebelumnya.

Berbeda dengan jenis non-subsidi, harga LPG bersubsidi ukuran 3 kg tetap stabil di tingkat pengecer. Harga di wilayah Tangerang Selatan terpantau masih berada di kisaran Rp 22.000 per tabung.

Penyesuaian harga gas non-subsidi juga telah diterapkan di berbagai wilayah lain di seluruh Indonesia. Daftar harga resmi telah dirilis oleh Pertamina Patra Niaga untuk memastikan transparansi di tingkat agen resmi.

Pemerintah berharap transisi ke CNG Merah Putih dapat menjadi solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. Uji coba intensif yang dilakukan bulan Juli ini menjadi penentu kesiapan distribusi ke masyarakat.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All