Ketegangan menyelimuti laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia-Herzegovina. Suasana memanas setelah muncul pernyataan kontroversial dari seorang reporter televisi asal Amerika Serikat.
Abigail Velez, reporter dari saluran ABC7, melontarkan ejekan yang meremehkan negara Bosnia. Dalam siaran viral, ia mengaku tidak tahu letak geografis Bosnia di peta dunia.
Velez juga sesumbar bahwa tim sepak bola Amerika Serikat jauh lebih unggul. Ia menyatakan Bosnia tidak akan mampu menghadapi kekuatan skuad Negeri Paman Sam tersebut.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak di dunia sepak bola. Namun, kapten Bosnia, Edin Dzeko, justru menanggapi hal itu dengan kepala dingin.
Legenda hidup yang dijuluki The Bosnian Diamond ini memberikan balasan yang sangat menohok. Ia menyebut komentar sang reporter justru mempermalukan kualitas pribadinya sendiri.
Dzeko menegaskan bahwa ejekan tersebut tidak mencerminkan kekuatan tim nasional Bosnia. Fokus utamanya tetap pada pertandingan yang akan berlangsung Kamis pagi WIB.
Penyerang veteran itu meyakini bahwa para pemain Amerika Serikat tidak bersikap angkuh. Ia percaya skuad lawan sangat menghormati kualitas Bosnia di lapangan hijau.
Dzeko mengingatkan bahwa fase gugur memiliki atmosfer berbeda dibanding fase grup. Ia optimistis timnya mampu memberikan perlawanan sengit meski AS diunggulkan.
Banyak pihak menilai pernyataan meremehkan dari media AS menjadi bumerang. Video tersebut diprediksi akan menjadi motivasi ekstra bagi para pemain Bosnia.
Motivasi tersebut bisa menjadi bahan bakar untuk menciptakan kejutan besar. Bosnia bukanlah tim sembarangan yang bisa dipandang sebelah mata dalam turnamen ini.
Langkah Bosnia menuju Piala Dunia 2026 tergolong sangat impresif. Mereka berhasil menyingkirkan tim raksasa Italia melalui jalur playoff yang sangat menantang.
Menyadari komentarnya memicu kecaman luas, Abigail Velez akhirnya meminta maaf secara resmi. Ia mengaku telah melangkah terlalu jauh dan tidak sensitif dalam berbicara.
Velez menyatakan penyesalan mendalam kepada seluruh masyarakat serta timnas Bosnia. Ia menegaskan bahwa komentar tersebut tidak mencerminkan semangat persatuan sepak bola dunia.
Kini, perhatian dunia beralih sepenuhnya ke lapangan pertandingan. Seluruh mata akan tertuju pada pembuktian kedua tim di babak 32 besar.
Semua drama di luar lapangan diharapkan tidak mengganggu fokus para pemain. Publik kini menanti apakah Bosnia mampu membalas ejekan tersebut dengan kemenangan nyata.











