Jakarta – Federasi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) secara resmi menunjuk Reidel Toiran sebagai pelatih tetap Tim Nasional Voli Putra Indonesia. Keputusan ini datang setelah Toiran sukses memimpin skuad Merah Putih dalam ajang AVC Men’s Volleyball Championship 2026 sebagai pelatih dadakan. Yang menarik, pelatih berkebangsaan Kuba ini juga dipastikan akan tetap menakhodai tim voli Bhayangkara Presisi, menjalankan tugas ganda yang telah disetujui oleh PBVSI.
Penunjukan Toiran sebagai pelatih permanen Timnas Voli Putra Indonesia menandai babak baru bagi pengembangan olahraga voli di Tanah Air. Sebelumnya, Toiran mengambil alih posisi yang ditinggalkan Miguel Veloso menjelang AVC Men’s Volleyball Championship 2026. Performa apik yang ditunjukkan tim di bawah arahannya tampaknya menjadi pertimbangan utama bagi PBVSI untuk mematenkan posisinya.
Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, secara langsung mengonfirmasi keputusan penting ini. Menurut Imam, Toiran akan secara resmi mendapatkan berkas kerja sama atau kontrak yang mengikatnya hingga gelaran Asian Games 2026. "Reidel Toiran kami tunjuk dan sebentar lagi kami bikinkan berkas kerja sama (kontrak). Sudah, ini ketua umum yang ngomong, mereka sudah pasti dipakai sampai Asian Games," tegas Imam dalam wawancara pada Senin, 29 Juni.
Imam Sudjarwo juga menjelaskan bahwa Toiran akan menjalani tugas rangkap sebagai pelatih Timnas Indonesia dan Bhayangkara Presisi. Keputusan ini didasari oleh analisis mendalam terhadap jadwal kompetisi. "Dia di Bhayangkara masih. Karena kalender klub dan timnas beda. Jadi tidak ada bentrok kalau kami lihat," terang Imam. Ia menambahkan bahwa Toiran akan fokus pada agenda klub ketika waktunya tiba, namun wajib hadir dan memimpin tim nasional saat program timnas berjalan.
Reidel Toiran sendiri bukan sosok baru di kancah voli Indonesia. Ia telah menjadi bagian dari Bhayangkara Presisi sejak tahun 2022, membawa tim tersebut mencapai berbagai prestasi di kompetisi domestik. Pengalamannya yang panjang dalam membina atlet dan meramu strategi menjadi salah satu faktor mengapa PBVSI menaruh kepercayaan besar kepadanya. Kontrak baru ini akan memperpanjang masa bakti Toiran hingga SEA V League 2026 dan puncaknya, Asian Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September-Oktober 2026.
Keputusan PBVSI untuk mempertahankan Toiran sekaligus di klub dan tim nasional bukan tanpa preseden. Di banyak negara, beberapa pelatih elite memang seringkali diizinkan untuk menyeimbangkan komitmen ganda, asalkan jadwal tidak saling tumpang tindih dan kedua belah pihak (federasi dan klub) mencapai kesepakatan. Hal ini bisa memberikan keuntungan berupa kontinuitas program latihan bagi para pemain yang mungkin juga berasal dari klub yang sama, serta memastikan kualitas kepelatihan yang teruji tetap ada di timnas.
Meskipun demikian, tugas ganda ini tentu membawa tantangan tersendiri bagi Toiran. Dibutuhkan manajemen waktu dan energi yang luar biasa untuk memastikan performa optimal baik di level klub maupun tim nasional. Namun, dengan persetujuan penuh dari PBVSI dan Bhayangkara Presisi, diharapkan Reidel Toiran mampu menjawab kepercayaan ini dengan membawa Timnas Voli Putra Indonesia meraih prestasi gemilang di kancah internasional.
Agenda besar menanti di tahun 2026, dimulai dari SEA V League yang menjadi ajang pemanasan dan pembentukan tim, hingga Asian Games yang merupakan salah satu tolok ukur kekuatan voli di Asia. Dengan penunjukan permanen ini, PBVSI berharap timnas voli putra memiliki fondasi kepelatihan yang kuat dan stabil untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Detail lanjutan mengenai program kerja sama Toiran dengan Timnas Voli Indonesia akan disampaikan kembali oleh PBVSI dalam waktu dekat, memberikan gambaran lebih jelas tentang peta jalan menuju kesuksesan di turnamen-turnamen mendatang.











