Sebanyak 25 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Kota Makassar kini beroperasi penuh 24 jam nonstop. Kebijakan ini diambil oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk mengurai antrean panjang dan memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat. Penambahan 14 titik SPBU dari sebelumnya yang hanya 11 unit, diharapkan dapat memberikan solusi konkret terhadap kelangkaan yang kerap terjadi.
Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh Pjs.GM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Ibnu Hajar. Ia menjelaskan bahwa penambahan jam operasional ini merupakan respons cepat terhadap kondisi di lapangan yang menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan BBM di masyarakat. “Kami melihat adanya peningkatan kebutuhan dan antrean di beberapa SPBU, sehingga kami mengambil langkah proaktif untuk menambah jam operasional menjadi 24 jam,” ujar Ibnu Hajar.
Sebelumnya, hanya 11 SPBU yang melayani pelanggan sepanjang hari. Kini, dengan penambahan 14 SPBU lagi, total menjadi 25 SPBU yang siap melayani tanpa henti. Perluasan layanan ini mencakup berbagai jenis BBM yang disalurkan, termasuk BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite, serta BBM non-subsidi seperti Pertamax. Hal ini memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum, dapat mengakses BBM sesuai kebutuhannya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi distribusi BBM di seluruh wilayahnya. “Kami akan terus melakukan pemantauan distribusi BBM di lapangan, dan jika ada kebutuhan yang mendesak, kami akan segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan ketersediaan BBM,” tambah Ibnu Hajar. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mengatasi masalah antrean, tetapi juga menstabilkan pasokan BBM di Makassar dan sekitarnya, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen dalam mendapatkan kebutuhan energi mereka.
