PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah merancang strategi ekspansi ambisius dengan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$1,1 miliar atau setara dengan Rp19,29 triliun hingga tahun 2027. Dana besar ini akan difokuskan untuk mendukung berbagai proyek pengembangan dan peningkatan kapasitas produksi perusahaan.
Salah satu target utama dari rencana ekspansi ini adalah peningkatan produksi nikel matte. Vale Indonesia memproyeksikan produksi nikel matte dapat mencapai 67.645 ton pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan optimisme perusahaan terhadap pencapaian target produksi di tengah upaya ekspansi yang sedang berjalan.
Rencana investasi Vale Indonesia tidak hanya berhenti pada peningkatan kapasitas produksi yang sudah ada. Perusahaan juga sedang menjajaki berbagai peluang pengembangan bisnis baru yang sejalan dengan tren global terkait kendaraan listrik dan kebutuhan material baterai. Hal ini sejalan dengan visi Vale Indonesia untuk terus bertumbuh dan berkontribusi pada rantai pasok industri hijau di masa depan.
Dalam keterangannya, Direktur dan Chief Financial Officer Vale Indonesia, Bernardus A. D. Sitanggang, menyatakan bahwa alokasi capex tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengembangan bisnis yang berkelanjutan dan inovatif,” ujar Bernardus A. D. Sitanggang. Beliau menambahkan bahwa ekspansi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Vale Indonesia sebagai salah satu produsen nikel terkemuka di dunia.
Sumber pendanaan untuk belanja modal ini akan berasal dari kombinasi kas internal perusahaan dan potensi pinjaman dari lembaga keuangan. Vale Indonesia optimis bahwa rencana ekspansi ini akan berjalan sesuai jadwal dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para pemegang saham serta berkontribusi pada perekonomian nasional.
