Sunday, 6 September 2026
BREAKING
BERITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, BMKG Terbitkan Peringatan Penerbangan

Oleh Emanuel September 6, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau secara intensif aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menghasilkan kolom abu vulkanik menjulang tinggi hingga mencapai ketinggian 50.000 kaki di atas permukaan laut. Fenomena ini telah memicu dikeluarkannya SIGMET (Significant Meteorological Information) untuk penerbangan dan berdampak pada operasional bandara di sekitarnya.

Peristiwa alam ini terjadi pada hari ini, Senin (24/6/2024), di mana letusan Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitasnya dengan mengeluarkan material vulkanik dalam jumlah besar. Kolom abu yang membubung tinggi tersebut menjadi perhatian serius BMKG mengingat potensi dampaknya terhadap keselamatan penerbangan.

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG telah mengeluarkan SIGMET, sebuah informasi penting bagi para pilot mengenai cuaca signifikan yang dapat membahayakan penerbangan. SIGMET ini mencakup informasi mengenai pergerakan dan ketinggian abu vulkanik, yang sangat krusial untuk perencanaan rute penerbangan.

Salah satu dampak langsung dari erupsi ini adalah penutupan sementara Bandara Radin Inten II di Bandar Lampung. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan, “Kami terus memantau perkembangan erupsi dan dampaknya. Penutupan bandara dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa penerbangan.”. Keputusan ini diambil berdasarkan analisis data pergerakan abu vulkanik yang berpotensi memasuki area operasional bandara.

BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut. Pemantauan terus dilakukan secara berkala untuk memberikan pembaruan terkini mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap wilayah sekitar, khususnya sektor penerbangan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp