Sunday, 6 September 2026
BREAKING
BERITA

Dokter Vito Damay Ingatkan Bahaya Debu Vulkanik bagi Kesehatan Jantung

Oleh Emanuel September 6, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Debu vulkanik ternyata menyimpan ancaman serius bagi kesehatan, terutama bagi jantung dan pembuluh darah. Dokter spesialis jantung, Vito Damay, mengingatkan bahwa partikel halus dari abu gunung berapi ini dapat memicu peradangan pada pembuluh darah, sebuah kondisi yang sangat berbahaya.

Menurut dr. Vito, partikel debu vulkanik yang berukuran sangat kecil mampu masuk ke dalam aliran darah dan memicu respons inflamasi atau peradangan. Peradangan inilah yang kemudian dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, yang dikenal sebagai endotel. Kerusakan endotel ini merupakan langkah awal dari berbagai penyakit kardiovaskular serius, seperti aterosklerosis (penumpukan plak di arteri).

“Partikel debu vulkanik yang sangat halus itu bisa masuk ke dalam aliran darah kita dan memicu inflamasi. Nah, inflamasi di pembuluh darah itu bisa merusak endotel, lapisan di dalam pembuluh darah,” jelas dr. Vito dalam sebuah unggahan di akun media sosialnya, seperti dikutip pada Senin (10/6/2024).

Lebih lanjut, dr. Vito menekankan bahwa peradangan yang dipicu oleh debu vulkanik ini tidak hanya berhenti pada kerusakan endotel. Kondisi ini juga dapat memperburuk kondisi pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular lainnya. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap paparan debu vulkanik sangatlah penting, terlebih bagi mereka yang rentan.

Untuk melindungi diri dari dampak buruk debu vulkanik, dr. Vito memberikan beberapa tips pencegahan yang bisa diterapkan. Pertama, disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi erupsi atau saat terdeteksi adanya peningkatan kadar debu vulkanik di udara. Jika terpaksa harus keluar, penggunaan masker yang tepat sangat krusial.

“Pakai masker minimal N95 karena partikelnya itu sangat halus,” tegas dr. Vito. Masker jenis N95 mampu menyaring partikel-partikel halus dengan sangat efektif, sehingga dapat meminimalkan masuknya debu vulkanik ke saluran pernapasan dan kemudian ke dalam tubuh.

Selain penggunaan masker, menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga menjadi kunci. Setelah terpapar debu vulkanik, sangat disarankan untuk segera mandi dan berganti pakaian. Membersihkan permukaan benda-benda yang terkena debu juga penting untuk mencegah paparan lebih lanjut.

Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama yang memiliki riwayat penyakit jantung, asma, atau penyakit paru-paru lainnya, disarankan untuk lebih berhati-hati dan meminimalkan paparan debu vulkanik sebisa mungkin. Konsultasi dengan dokter juga dapat membantu dalam menentukan langkah pencegahan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.

Bagikan: Facebook X WhatsApp