Friday, 4 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Kabut Asap Karhutla Ancaman Baru Kesuburan Pria

Oleh Muzairi M September 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Paparan kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ternyata memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar gangguan pernapasan. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa kualitas udara buruk akibat kabut asap ini juga berpotensi menurunkan kesuburan pada pria.

Temuan ini menjadi perhatian serius mengingat kabut asap kerap menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, terutama saat musim kemarau. Dampak jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi pria kini menjadi sorotan.

Penelitian yang dilakukan di Indonesia ini melibatkan 116 pria sehat yang tinggal di wilayah terdampak kabut asap parah akibat karhutla. Para partisipan kemudian dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tingkat paparan asap yang mereka alami. Kelompok pertama terpapar asap berat, sementara kelompok kedua terpapar asap ringan.

Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi signifikan antara tingkat paparan kabut asap dengan kualitas air mani. Pria yang terpapar kabut asap berat menunjukkan penurunan jumlah sperma, penurunan motilitas sperma (kemampuan sperma bergerak), dan peningkatan jumlah sperma dengan bentuk abnormal. Secara spesifik, jumlah sperma pada kelompok terpapar asap berat rata-rata turun 9,1%, motilitas sperma turun 11,1%, dan jumlah sperma abnormal meningkat 12,7% dibandingkan dengan kelompok yang terpapar asap ringan.

Dr. Irwan Ramli, salah satu peneliti utama dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa partikel halus dalam kabut asap diduga menjadi penyebab utama penurunan kesuburan ini. “Partikel halus yang terhirup dapat masuk ke dalam aliran darah dan memengaruhi organ-organ tubuh, termasuk testis yang memproduksi sperma,” ujar Dr. Ramli dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Dr. Ramli menambahkan bahwa stres oksidatif yang dipicu oleh polutan dalam kabut asap dapat merusak sel-sel sperma dan mengganggu proses pembentukannya. “Dampak ini bisa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, tergantung pada durasi dan intensitas paparan,” tambahnya.

Studi ini juga mencatat bahwa meskipun ada penurunan kualitas air mani, hal tersebut tidak secara langsung menghentikan kemampuan reproduksi pria. Namun, paparan kabut asap yang berkelanjutan dapat meningkatkan risiko kesulitan memiliki keturunan. Para peneliti merekomendasikan agar masyarakat, khususnya pria, lebih waspada terhadap kualitas udara di lingkungan mereka dan mengambil langkah pencegahan, seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kabut asap sedang tebal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp