Friday, 4 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

NASA Peringatkan Kebakaran Gambut Indonesia 2026, Tingkat Kerusakan Bakal Serupa 2015

Oleh Herfansyah September 4, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyoroti peningkatan signifikan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Indonesia pada tahun 2026. Fenomena ini diperparah oleh dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan ekstrem, sehingga tingkat keparahan dan cakupan kebakaran diperkirakan akan menyerupai bencana besar yang terjadi pada tahun 2015.

Menurut data yang dipantau oleh NASA, terdapat peningkatan tajam dalam titik panas (hotspot) yang terdeteksi di lahan gambut Indonesia pada tahun 2026. Intensitas kebakaran ini menjadi perhatian utama karena potensi dampak ekologis dan kesehatan yang ditimbulkannya. NASA secara spesifik mengaitkan lonjakan ini dengan kondisi kekeringan yang diperburuk oleh fenomena iklim El Nino.

Perbandingan dengan bencana karhutla tahun 2015 menjadi kunci dalam analisis NASA. Pada tahun tersebut, kebakaran gambut di Indonesia mencapai skala yang sangat mengkhawatirkan, menimbulkan kabut asap tebal yang melintasi beberapa negara dan menyebabkan kerugian ekonomi serta masalah kesehatan yang luas. Tingkat aktivitas kebakaran yang terdeteksi pada 2026 menunjukkan pola yang serupa, mengindikasikan potensi terulangnya krisis serupa.

Para ilmuwan NASA mengamati bahwa lahan gambut, yang kaya akan bahan organik, sangat rentan terhadap kebakaran ketika dalam kondisi kering. El Nino, sebagai pola iklim global yang ditandai dengan pemanasan permukaan laut di Samudra Pasifik, sering kali berkorelasi dengan musim kemarau yang lebih panjang dan lebih intens di wilayah Indonesia. Kondisi inilah yang menjadi ‘bahan bakar’ ideal bagi api untuk menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan di lahan gambut.

Dalam pernyataannya, NASA menekankan pentingnya pemantauan dan langkah mitigasi untuk menghadapi ancaman karhutla gambut yang diprediksi meningkat. Data satelit yang dikumpulkan secara rutin oleh NASA memberikan gambaran awal yang krusial bagi pemerintah dan pihak terkait di Indonesia untuk mengambil tindakan pencegahan dini dan respons cepat. Fokus pada lahan gambut menjadi prioritas karena sifatnya yang dapat terbakar di bawah permukaan, sehingga api lebih sulit dideteksi dan dipadamkan, serta menghasilkan emisi karbon yang sangat besar.

Bagikan: Facebook X WhatsApp