Kuasai Latihan Bebas MotoGP Assen, Marco Bezzecchi Ungkap Problem Krusial Aprilia RS-GP

Wibowo

Marco Bezzecchi sukses menggebrak sesi latihan bebas MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, mendominasi kedua sesi pada hari Jumat. Performa impresif ini menempatkannya di puncak daftar catatan waktu, namun pembalap Aprilia Racing tersebut secara terbuka mengakui bahwa motor RS-GP miliknya masih dihantui masalah inti terkait stabilitas yang belum teratasi sepenuhnya. Keberhasilan Bezzecchi di "Katedral Balap Motor" ini menjadi sorotan, mengingat ia memimpin klasemen kejuaraan dengan selisih delapan poin, menandai awal musim yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Sirkuit Assen memiliki kenangan manis bagi Bezzecchi. Pada musim 2025, trek ikonik ini menjadi titik balik penting dalam performanya bersama Aprilia. Kala itu, ia berhasil naik podium dalam kedua balapan di Belanda, dan setelahnya secara konsisten meraih podium di hampir setiap balapan Minggu, kecuali empat seri. Konsistensi luar biasa ini menunjukkan adaptasinya yang semakin matang dengan motor RS-GP.

Tahun ini, performa Bezzecchi di Assen jauh melampaui capaiannya musim lalu. Jika pada 2025 ia masih berada di bawah bayang-bayang Marc Marquez dan kalah cepat dari Francesco Bagnaia, kini Bezzecchi tampil sebagai yang tercepat. Keunggulan signifikan terlihat jelas di sektor terakhir sirkuit, di mana Aprilia RS-GP menunjukkan kekuatan luar biasa dibandingkan para rivalnya. Ini menjadi indikasi bahwa ada perbaikan signifikan pada motornya.

Meskipun demikian, Bezzecchi tetap merendah. "Saya tidak tahu, saya tidak punya ide, tapi yang pasti motornya sudah sedikit membaik, tentu saja," ujar Marco Bezzecchi saat ditanya mengenai performa RS-GP di sektor terakhir. Ia menambahkan bahwa upaya perbaikan datang dari berbagai sisi. "Saya juga mencoba, tentu saja, dari tahun lalu untuk memeriksa data dan melihat apa yang bisa saya lakukan secara berbeda, tapi kami masih perlu bekerja dan terus berusaha meningkatkan."

Pembalap Italia ini menekankan bahwa meski ada kemajuan, ia dan tim tidak boleh berpuas diri. "Untuk saat ini tidak buruk, tentu saja, jangan salah paham, tapi kami bisa membuat langkah maju lagi," tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan ambisi tinggi Bezzecchi untuk terus mendorong batas kemampuan motor dan dirinya sendiri demi meraih hasil maksimal di kejuaraan dunia MotoGP.

Lebih lanjut, Bezzecchi menjelaskan bahwa area kunci peningkatan Aprilia dibandingkan musim lalu adalah di sektor elektronik. Sistem elektronik yang lebih canggih dan responsif membantu motor menjadi lebih mudah dikendalikan dan dioptimalkan di berbagai kondisi lintasan. Namun, masalah fundamental pada stabilitas motor masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi tim Aprilia Racing.

"Motornya sudah sedikit membaik di semua area, terutama dalam hal elektronik," kata Bezzecchi. Ia tak menampik bahwa isu stabilitas masih menghantuinya. "Stabilitas tidak banyak berubah, itu masih menjadi masalah terbesar kami karena motornya masih banyak bergerak." Kendati demikian, ia juga menyoroti karakteristik positif Aprilia RS-GP. "Tapi di tikungan panjang, motornya berbelok cukup baik, ini selalu menjadi karakteristik motor ini, jadi untungnya kami mempertahankannya."

Performa di sektor terakhir, meskipun menjadi keunggulan, juga belum sempurna bagi Bezzecchi. Ia merasa masih ada ruang untuk perbaikan, terutama di chicane terakhir yang lambat. "Tentu saja saya merasa tidak buruk di bagian trek itu, tapi di chicane terakhir saya masih belum merasa sangat baik," ungkapnya. Hal ini menimbulkan dilema yang harus diatasi. "Jadi, saya pikir ini selalu 50-50: di bagian cepat tidak terlalu buruk, di bagian lambat kami sedikit lebih kesulitan, jadi mari kita coba bekerja di pit untuk meningkatkannya besok."

Musim 2026 ini, Bezzecchi telah menunjukkan dirinya sebagai salah satu pembalap paling konsisten di antara tujuh seri yang telah berjalan. Ia berhasil membangun keunggulan delapan poin di klasemen kejuaraan, meskipun tidak meraih satu pun poin di Republik Ceko karena diskualifikasi setelah balapan Sprint. Pencapaian ini menegaskan kematangan dan kecepatan Bezzecchi dalam mengarungi ketatnya persaingan MotoGP.

Sebagian dari kesuksesan Bezzecchi di awal musim ini juga dapat dikaitkan dengan keunggulan Aprilia RS-GP dalam prosedur start. Motor Aprilia dikenal memiliki kemampuan start yang sangat baik, memungkinkan pembalapnya untuk langsung bersaing di barisan depan sejak awal balapan. Namun, situasi akan berubah drastis pada akhir pekan ini.

Prosedur start untuk MotoGP mengalami perubahan signifikan, dengan pelarangan perangkat start depan (front start device) yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pembalap. Perangkat ini, yang diperkenalkan pada tahun 2019, memungkinkan motor untuk merendah di bagian depan saat start guna mengurangi wheelie dan meningkatkan traksi. Pelarangan ini akan memaksa pembalap dan tim untuk beradaptasi dengan cara start yang baru.

Bezzecchi adalah salah satu dari banyak pembalap yang belum pernah memulai balapan MotoGP tanpa perangkat start depan. Ia telah menggunakan perangkat tersebut sejak naik kelas ke MotoGP pada tahun 2022. Pembalap Italia ini memperkirakan bahwa ia akan membutuhkan beberapa balapan untuk sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan ini, berbeda dengan pembalap veteran seperti Marc Marquez yang sudah memiliki pengalaman balapan tanpa perangkat tersebut sebelum 2019.

"Yang pasti ini hal yang berbeda," kata Bezzecchi tentang perubahan tersebut. "Ini sesuatu yang perlu kami adaptasi selama beberapa balapan, karena bagi saya pribadi, sejak 2022 saya sudah menggunakan perangkat depan." Ia mengakui bahwa ini adalah tantangan baru. "Saya bukan seperti Marc [Marquez] atau pembalap lain yang sudah ada di MotoGP sebelumnya."

Meskipun start akan menjadi lebih lambat secara keseluruhan, tantangan lain muncul. "Memang benar bahwa kami akan tiba di tikungan pertama sedikit lebih lambat karena startnya sedikit lebih lambat, tetapi kami juga akan lebih sering wheelie," jelas Bezzecchi. Oleh karena itu, balapan Sprint yang akan datang akan menjadi ujian sesungguhnya untuk mengukur dampak perubahan ini. "Pada akhirnya, satu-satunya hal yang benar-benar bisa memberi kita gambaran jelas tentang bagaimana ini akan terjadi adalah besok di Sprint."

Dengan dominasi di sesi latihan bebas, Marco Bezzecchi dan Aprilia Racing menunjukkan potensi besar di MotoGP Assen 2026. Namun, tantangan stabilitas motor yang masih membayangi, ditambah dengan adaptasi terhadap prosedur start baru, akan menjadi faktor krusial. Kerja keras tim di pit untuk menemukan solusi terbaik, khususnya di chicane terakhir, akan sangat menentukan. Balapan Sprint dan balapan utama di Assen nanti akan menjadi ajang pembuktian apakah Bezzecchi dapat mengoptimalkan keunggulan Aprilia dan mengatasi masalah inti yang masih ada, sambil beradaptasi dengan regulasi baru yang dapat mengubah dinamika balapan secara signifikan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All