Friday, 4 September 2026
BREAKING
DUNIA

Petugas ICE Didakwa Berbohong Soal Penembakan Warga Venezuela di Minnesota

Oleh Rini Widiyarti September 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Seorang petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Amerika Serikat menghadapi dakwaan federal terkait insiden penembakan yang terjadi pada Januari lalu di Minnesota. Petugas tersebut diduga memberikan keterangan palsu mengenai peristiwa penembakan seorang pria asal Venezuela.

Dakwaan yang dihadapi petugas ICE ini berfokus pada dugaan kebohongan yang disampaikannya terkait penembakan tersebut, yang merupakan bagian dari operasi penegakan hukum ICE. Insiden ini menambah sorotan terhadap praktik ICE dalam melakukan penangkapan dan penindakan terhadap imigran.

Pria Venezuela yang menjadi korban penembakan, yang identitasnya belum dirilis secara resmi, dilaporkan mengalami luka dalam kejadian tersebut. Detail mengenai kronologi lengkap penembakan dan konteks operasi penegakan hukum ICE saat itu masih menjadi bagian dari investigasi yang sedang berlangsung.

Menurut dokumen pengadilan federal, petugas ICE yang tidak disebutkan namanya itu dituduh telah berbohong kepada penyidik tentang perannya dalam penembakan yang terjadi di sebuah apartemen. Laporan awal menyebutkan bahwa penembakan itu terjadi ketika petugas ICE sedang melakukan penggerebekan.

Pihak berwenang federal menyatakan bahwa keterangan palsu yang diberikan oleh petugas tersebut dapat menghalangi proses investigasi keadilan. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai akuntabilitas dan transparansi dalam operasi penegakan hukum imigrasi.

Kasus ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh Office of Inspector General (OIG) Departemen Kehakiman. OIG bertugas untuk mengawasi operasi lembaga penegak hukum federal, termasuk ICE, dan menyelidiki dugaan pelanggaran. Laporan awal dari OIG mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara kesaksian petugas dan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan.

Peristiwa ini terjadi di tengah perdebatan yang terus berlangsung mengenai kebijakan imigrasi di Amerika Serikat dan cara lembaga penegak hukum federal menangani imigran. Kelompok advokasi hak-hak imigran telah menyuarakan keprihatinan mereka mengenai kekerasan yang berpotensi terjadi dalam operasi penangkapan dan mendesak adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap petugas ICE.

Pengacara yang mewakili petugas ICE yang didakwa tersebut belum memberikan komentar resmi mengenai kasus ini. Sidang perdana dijadwalkan akan digelar dalam beberapa minggu mendatang, di mana hakim akan memutuskan langkah selanjutnya dalam proses hukum terhadap petugas tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp