Komisi FIM MotoGP Stewards telah menjatuhkan sanksi penalti kepada pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli, atas insiden menghalangi pembalap lain (impeding) selama sesi Latihan di Grand Prix Belanda. Keputusan ini berpotensi mengubah strategi Morbidelli dalam balapan utama hari Minggu, mengingat sirkuit Assen dikenal menantang dan setiap posisi grid sangat berharga.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 26 Juni 2026, pukul 15:41:25 waktu setempat, di tikungan cepat ke-12 Sirkuit Assen. Morbidelli, yang mengendarai Ducati spek 2025, terpantau melaju lambat di racing line ketika pembalap Tech3 KTM, Enea Bastianini, sedang dalam putaran cepat (hot lap) yang krusial. Kehadiran Morbidelli di jalur balap memaksa Bastianini keluar lintasan dan membatalkan putaran cepatnya, sebuah situasi yang segera menarik perhatian FIM MotoGP Stewards untuk diselidiki.
Setelah meninjau rekaman dan data telemetri, FIM MotoGP Stewards mengumumkan bahwa Franco Morbidelli akan menerima penalti grid tiga posisi untuk balapan utama Tissot Grand Prix of The Netherlands MotoGP yang akan berlangsung pada hari Minggu. Penalti ini merupakan bentuk teguran keras terhadap pelanggaran aturan keselamatan dan sportivitas yang berlaku di ajang balap motor paling prestasional di dunia.
Dalam dokumen resmi FIM mengenai penalti tersebut, dijelaskan secara rinci: "Pada 26 Juni 2026 pukul 15:41:25 selama sesi Latihan Tissot Grand Prix of The Netherlands, Anda teramati melaju lambat di jalur balap dan mengganggu pembalap lain #23 Bastianini di Tikungan 12." Pelanggaran ini dianggap bertentangan dengan instruksi spesifik yang diberikan kepada para peserta dan tim MotoGP, serta melanggar Artikel 1.21.2 dari Regulasi Kejuaraan Dunia FIM Grand Prix.
Stewards panel lebih lanjut menjatuhkan penalti sesuai dengan artikel 3.2.1 dan 3.3.2.3. Insiden ini dikategorikan sebagai "MGP-SR4: Slow Riding on line during last 20 minutes of Practice – disrupting another rider and directly affecting progression into Q2." Artinya, Morbidelli dianggap telah melaju lambat di racing line pada 20 menit terakhir sesi Latihan, yang secara langsung mengganggu pembalap lain dan berpotensi memengaruhi peluang mereka untuk langsung lolos ke Kualifikasi 2 (Q2).
Penalti ini memiliki bobot lebih karena ini merupakan pelanggaran kedua Morbidelli musim ini, meskipun yang pertama terjadi dalam sesi kompetitif. Dalam sistem penalti MotoGP, akumulasi pelanggaran dapat berujung pada sanksi yang lebih berat. Sebagai pelanggaran kedua dalam konteks ini, penalti tiga posisi grid dianggap sebagai hukuman yang sesuai dan proporsional untuk memastikan para pembalap tetap mematuhi regulasi ketat demi keselamatan dan keadilan kompetisi.
Ketika dimintai komentar oleh media setelah sesi hari Jumat, Morbidelli memberikan respons yang singkat namun lugas mengenai penalti yang diterimanya. "Tidak ada apa-apa. Saya menghalangi Bestia dan saya mendapatkan penalti," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan Morbidelli menerima keputusan Stewards tanpa banyak argumen, meskipun dampak dari penalti ini tentu tidak bisa dianggap remeh bagi performanya di hari balapan.
Insiden ini terjadi di momen krusial sesi latihan, di mana setiap pembalap berjuang keras untuk mencatat waktu tercepat agar bisa mengamankan posisi langsung ke Q2. Morbidelli sendiri nyaris lolos ke Q2 secara otomatis, hanya terpaut 0,026 detik dari posisi ke-10, menempatkannya di urutan ke-11. Dengan penalti tiga posisi, tantangannya untuk meraih hasil optimal di balapan hari Minggu akan semakin berat. Ia harus memulai balapan dari posisi yang lebih jauh ke belakang, yang menuntut usaha ekstra untuk menyalip dan naik ke barisan depan.
Di sisi lain, Enea Bastianini, meski sempat terganggu oleh insiden tersebut, berhasil menunjukkan ketangguhannya. Pembalap berjuluk ‘The Beast’ itu mampu mengatasi gangguan dan pada akhirnya berhasil menyelamatkan posisinya untuk lolos langsung ke Q2 di menit-menit akhir sesi latihan. Hal ini menunjukkan pentingnya fokus dan kemampuan adaptasi dalam kondisi balapan yang dinamis dan penuh tekanan.
Penalti yang diterima Franco Morbidelli di Assen ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pembalap di MotoGP tentang pentingnya mematuhi regulasi lintasan, terutama terkait keselamatan dan sportivitas. Setiap putaran di sesi latihan bisa sangat menentukan, dan insiden menghalangi pembalap lain dapat memiliki konsekuensi signifikan terhadap hasil balapan. Dengan penalti ini, Morbidelli akan menghadapi tantangan tambahan untuk tampil maksimal di Grand Prix Belanda, sebuah sirkuit legendaris yang selalu menyajikan drama dan persaingan ketat.











