Curhat Marc Marquez: Assen Terlalu Berisiko Tinggi, Sulit Dinikmati

Wibowo

Bintang MotoGP, Marc Marquez, secara mengejutkan mengungkapkan ketidaknyamanannya saat membalap di Sirkuit Assen, Belanda, meskipun ia memiliki rekor kemenangan yang mengesankan di lintasan legendaris tersebut. Pernyataan ini muncul setelah serangkaian insiden dan performa yang kurang maksimal dalam sesi latihan bebas hari Jumat, yang seolah menjadi batu sandungan bagi momentum positifnya akhir-akhir ini.

Pebalap yang baru-baru ini memangkas selisih poin dengan pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi, berkat tiga kemenangan dari empat balapan terakhir, mengalami insiden jatuh di sesi FP1. Setelahnya, ia hanya mampu menempati posisi keenam tercepat pada sore hari. Marquez memilih untuk tidak kembali ke lintasan setelah sesi dihentikan akibat kecelakaan yang menimpa adiknya, Alex Marquez.

"Targetnya adalah masuk 10 besar, dan ketika saya melihat waktu putaran saya cukup baik, saya memilih untuk tetap di garasi. Besok adalah hari yang lain," ujar Marc Marquez. Ia menambahkan bahwa dirinya segera menyadari bahwa Assen selalu menjadi sirkuit yang sulit baginya, dan tahun ini terasa lebih menantang.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kesulitannya di Assen, Marquez menjelaskan karakteristik sirkuit yang membuatnya tidak nyaman. "Lintasan ini terlalu cepat, pergantian arahnya juga sangat cepat, dan terlalu sempit. Sedikit saja kesalahan bisa berakibat sangat fatal," jelasnya. Ia mengaku tidak berkendara dengan nyaman, meskipun performanya masih bisa dibilang ‘oke’ di Sektor 1, namun tidak demikian di Sektor 2, 3, dan 4.

Meski pernah meraih tiga kemenangan di kelas utama, termasuk dua kemenangan (Sprint Race dan Grand Prix) musim lalu, Marquez secara blak-blakan mengaku tidak menyukai sirkuit berjuluk "Katedral Kecepatan" ini. Selain karakteristik lintasan yang cepat dan sempit, ia juga menyoroti area run-off yang menurutnya berbahaya. "Area run-off-nya dipenuhi kerikil yang sangat besar. Memang itu sesuai aturan, tapi…" tambahnya, mengisyaratkan kekhawatirannya.

Pebalap tim Ducati Lenovo ini bahkan sempat berharap adanya hujan, namun kondisi cuaca tidak akan mendukung keinginannya tahun ini. "Ini adalah jenis sirkuit di mana saya berharap hujan turun, tetapi sepertinya tidak akan terjadi tahun ini. Jadi, saya hanya akan mencoba bertahan," ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi dari seorang pebalap yang dikenal agresif.

Marquez melanjutkan bahwa, meskipun ada sirkuit yang tidak disukainya, ia tetap harus bersikap profesional. "Tata letak sirkuitnya bagus, dan saya menyukainya. Tapi risiko yang Anda ambil di sirkuit ini sangat tinggi, dan inilah yang tidak saya sukai," katanya. "Namun pada akhirnya, kami adalah profesional, dan Anda tidak akan menyukai semua 22 sirkuit, dan Anda tidak akan menyukai semua 22 akhir pekan dan 44 balapan. Jadi Anda harus profesional dan mencoba memberikan 100% Anda."

Kondisi fisik Marquez yang masih dalam pemulihan pascaoperasi bahu juga menjadi faktor dalam strategi pengambilan risikonya. Ia membandingkan insiden jatuhnya di Assen kali ini, yang terjadi di tikungan lambat, dengan kecelakaan tahun lalu yang terjadi di tikungan cepat (Tikungan 7 dan 15). Ini mengindikasikan bahwa ia kini lebih selektif dalam mengambil risiko besar. "Tapi besok, memang benar Anda harus mengambil risiko di semua sirkuit jika ingin mencoba berada di enam besar," tegasnya, menatap sesi kualifikasi dan balapan.

Mengakhiri sesi latihan bebas yang penuh tantangan, Marquez juga memberikan informasi terkini mengenai kondisi adiknya, Alex Marquez. "Saya melihatnya, dan ya, dia tidak mengalami patah tulang. Hanya rasa sakit di mana-mana," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Alex sebenarnya tampil sangat cepat, bahkan memimpin di Sektor 3 dan dipastikan akan melaju ke Kualifikasi 2 (Q2). Insiden Alex semakin menegaskan tingkat risiko yang ada di Assen.

Dengan segala tantangan dan pengakuan jujur dari Marc Marquez mengenai Assen, akhir pekan balapan di Belanda diprediksi akan menjadi pertarungan yang intens, tidak hanya bagi para pebalap lain yang bersaing memperebutkan podium, tetapi juga bagi Marquez sendiri dalam menyeimbangkan ambisi kemenangan dengan kehati-hatian atas risiko tinggi di "Katedral Kecepatan" ini. Strategi ‘bertahan’ yang ia sebutkan akan menarik untuk disaksikan, terutama dalam konteks perburuan gelar juara dunia MotoGP musim ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All