NUSA DUA, BALI – Pameran dan konferensi internasional Bali Interfood 2026 resmi dibuka hari ini di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali. Acara ini menghadirkan 110 peserta yang berasal dari delapan negara berbeda, siap untuk menjajaki peluang bisnis di sektor makanan dan minuman (F&B) yang terus berkembang.
Penyelenggara menargetkan pameran ini menjadi platform strategis bagi para pelaku industri F&B untuk bertukar ide, membangun jejaring, serta mengidentifikasi tren pasar terkini. Kehadiran peserta dari berbagai negara menandakan potensi besar Bali sebagai destinasi bisnis F&B yang menarik.
Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, dalam sambutannya mengungkapkan optimisme terhadap pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia. “Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia yang mampu berkontribusi besar terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja, serta devisa negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Putu Juli Ardika menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam industri F&B. “Dengan jumlah penduduk yang besar, potensi pasar domestik yang kuat, serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah, industri makanan dan minuman Indonesia memiliki prospek yang cerah ke depannya,” imbuhnya. Ia berharap Bali Interfood 2026 dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri ini.
Pameran ini tidak hanya menampilkan produk-produk inovatif dari industri F&B, tetapi juga menyelenggarakan berbagai program pendukung. Mulai dari demo masak, kompetisi kuliner, hingga seminar yang membahas tren terkini dan tantangan dalam industri F&B. Para peserta dan pengunjung dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan wawasan mendalam dan memperluas koneksi bisnis.
Salah satu peserta, yang tidak disebutkan namanya, menyampaikan antusiasmenya. “Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam Bali Interfood 2026. Ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan produk kami kepada pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional, serta belajar dari para ahli di industri ini,” katanya.
Dengan partisipasi 110 perusahaan dari delapan negara, Bali Interfood 2026 diharapkan mampu mendorong investasi, memfasilitasi transfer teknologi, dan meningkatkan daya saing produk-produk F&B Indonesia di kancah global. Pameran ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, membuka pintu bagi kolaborasi dan kemitraan bisnis yang saling menguntungkan.
