Thursday, 3 September 2026
BREAKING
DUNIA

Perang Dingin AS-Iran Memicu Peru Putus Hubungan Diplomatik

Oleh Heni Maulidya September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Ketegangan global antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, memicu dampak tak terduga di belahan dunia lain. Pada Rabu, 2 Agustus, Peru mengumumkan keputusan mengejutkan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Langkah drastis ini terjadi di tengah eskalasi retorika keras dari Teheran yang kembali melabeli Amerika Serikat sebagai “Setan Besar”, menegaskan jurang pemisah yang semakin dalam antara kedua negara.

Keputusan Peru ini bukan tanpa alasan, meskipun detail spesifiknya masih diselimuti kerahasiaan. Namun, pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Peru mengindikasikan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap situasi geopolitik yang semakin kompleks. Hubungan diplomatik yang terputus ini secara efektif menghentikan segala bentuk kerja sama resmi antara kedua negara, termasuk pertukaran duta besar dan perjanjian bilateral.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Peru menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan stabilitas regional. “Kami mengambil keputusan ini setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap dinamika hubungan internasional yang berkembang,” ujar seorang juru bicara kementerian tersebut. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Peru merasa perlu untuk mengambil sikap tegas di tengah memuncaknya tensi global yang melibatkan Iran dan AS.

Sementara itu, Iran sendiri tidak tinggal diam merespons langkah Peru. Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras keputusan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak bersahabat dan dipengaruhi oleh kekuatan eksternal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, dalam sebuah konferensi pers di Teheran pada hari yang sama, melontarkan kembali retorika anti-Amerika yang telah lama menjadi ciri khas kebijakan luar negeri Iran. “Amerika Serikat terus berupaya menciptakan ketidakstabilan di seluruh dunia. Mereka adalah ‘Setan Besar’ yang sama, berusaha memecah belah negara-negara yang berdaulat,” tegas Kanaani, menggemakan sentimen yang telah berulang kali diungkapkan oleh para pejabat Iran.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa pemutusan hubungan diplomatik ini bisa jadi merupakan dampak lanjutan dari sanksi AS terhadap Iran atau adanya indikasi aktivitas Iran di wilayah Amerika Latin yang dianggap mengkhawatirkan oleh Peru dan sekutunya. Meskipun belum ada konfirmasi langsung mengenai keterlibatan AS dalam keputusan Peru, retorika Kanaani secara implisit menuding Washington sebagai dalang di balik langkah diplomatik tersebut. Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan yang terus mewarnai hubungan internasional, dengan Iran dan AS berada di pusat konflik ideologis dan geopolitik yang berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp