Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
EKONOMI

LPEM UI Prediksi Penerimaan Negara Berkurang Akibat Perubahan Cukai Rokok

Oleh Yohanes September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Universitas Indonesia (UI) melalui Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM UI) menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak rencana pemerintah untuk menambah lapisan tarif cukai rokok. Analisis LPEM UI menyebutkan bahwa kebijakan ini justru berpotensi menurunkan penerimaan negara, bukannya meningkatkan.

Menurut LPEM UI, penambahan lapisan tarif cukai berisiko menciptakan lebih banyak produk rokok dengan harga terjangkau di pasaran. Hal ini dapat memicu fenomena downtrading, di mana konsumen beralih ke produk yang lebih murah.

Dalam rilisnya, LPEM UI memprediksi bahwa strategi ini dapat menyebabkan pergeseran konsumsi ke produk-produk dengan tarif cukai yang lebih rendah. Akibatnya, meskipun jumlah lapisan tarif bertambah, potensi penerimaan cukai secara keseluruhan justru bisa tergerus.

LPEM UI merujuk pada simulasi yang menunjukkan bahwa penambahan layer tarif cukai rokok, khususnya pada jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan II, dapat mendorong peningkatan pangsa pasar produk rokok murah. Hal ini berbanding terbalik dengan tujuan awal pemerintah yang diharapkan dapat mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor cukai.

Lebih lanjut, LPEM UI menyoroti bahwa penerapan tarif cukai yang kompleks dan berlapis-lapis belum tentu efektif dalam mencegah peredaran rokok ilegal. Justru, simplifikasi tarif yang lebih sedikit namun dengan tarif yang tepat sasaran dinilai lebih potensial untuk mencapai tujuan penerimaan negara yang optimal.

LPEM UI menekankan bahwa kebijakan cukai rokok harus dirancang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak sosial ekonomi dan efektivitas penerimaan negara. Pendekatan yang lebih sederhana dan terarah dinilai akan lebih mampu mengendalikan pasar dan memaksimalkan kontribusi sektor cukai bagi kas negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp