Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
BERITA

Defisit Perdagangan Indonesia-China Melonjak Jadi US$17,67 Miliar dalam Tujuh Bulan

Oleh Emanuel September 2, 2026 59 minutes lalu 0 komentar

NERACA perdagangan Indonesia dengan China membukukan defisit yang mengkhawatirkan, mencapai angka fantastis US$17,67 miliar selama periode Januari hingga Juli 2023. Angka ini menunjukkan pelebaran defisit yang signifikan, terutama pada sektor barang non-minyak dan gas (migas), yang menjadi perhatian serius bagi perekonomian nasional.

Pelebaran defisit ini secara spesifik terjadi pada perdagangan barang non-migas, yang merupakan tulang punggung ekspor dan impor kedua negara. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan kekhawatiran atas tren ini dalam sebuah pernyataan, “Kita masih defisit dengan Tiongkok, ini yang perlu kita perhatikan.” Beliau menambahkan bahwa nilai defisit tersebut merupakan akumulasi sejak awal tahun hingga bulan ketujuh.

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan merinci bahwa angka US$17,67 miliar tersebut merupakan total defisit yang terjadi selama tujuh bulan pertama tahun 2023. Situasi ini menuntut adanya strategi yang lebih efektif untuk menyeimbangkan kembali arus perdagangan antara Indonesia dan mitra dagang terbesarnya tersebut.

Meskipun demikian, ada secercah harapan yang diungkapkan oleh Zulkifli Hasan terkait dengan neraca perdagangan secara keseluruhan, termasuk migas. “Tapi kalau semua barangnya kita lihat, kita surplus US$23,7 miliar,” ujarnya. Angka surplus keseluruhan ini, yang mencakup migas, menunjukkan bahwa sektor energi masih memberikan kontribusi positif bagi perdagangan Indonesia. Namun, besarnya defisit pada barang non-migas mengindikasikan adanya tantangan struktural yang perlu segera diatasi.

Pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan pada impor barang-barang tertentu dari China dan mendorong peningkatan ekspor produk-produk unggulan Indonesia. Fokus pada peningkatan nilai tambah produk domestik dan diversifikasi pasar ekspor menjadi kunci untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan barang non-migas di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp