Friday, 4 September 2026
BREAKING
BERITA

Zulhas: Ketergantungan Impor Pangan Berbahaya, Ingat Pesan Keras Prabowo

Oleh Emanuel September 4, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Zulkifli Hasan menegaskan kembali kerentanan Indonesia akibat ketergantungan pada impor pangan. Ia mengingatkan bahaya besar yang mengintai apabila negeri ini terus menerus bergantung pada pasokan dari luar, seraya merefleksikan pesan tegas Presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai isu krusial ini.

Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, mengungkapkan keprihatinannya saat memberikan sambutan pada acara Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-76 yang diselenggarakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 Juni 2024. Ia menekankan bahwa kedaulatan pangan adalah kunci utama kemandirian bangsa.

Dalam pidatonya, Zulhas mengutip pernyataan keras dari Presiden terpilih Prabowo Subianto. “Saya ingat betul Pak Prabowo waktu kampanye, beliau katakan, ‘Kalau kita masih ngimpor beras, kita tidak berdaulat. Kalau kita masih ngimpor jagung, kita tidak berdaulat. Kalau kita masih ngimpor kedelai, kita tidak berdaulat.”‘ Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas untuk menggarisbawahi urgensi swasembada pangan nasional.

Lebih lanjut, Zulhas memaparkan data yang menunjukkan tingginya angka impor produk pangan Indonesia. Ia menyoroti bahwa pada tahun 2023, Indonesia mengimpor berbagai komoditas pangan dengan nilai yang sangat besar. “Kita impor beras 3,06 juta ton, kedelai 9,55 juta ton, jagung 3,58 juta ton, dan gula 4,75 juta ton,” rincinya, sembari menambahkan bahwa impor daging sapi juga mencapai 466 ribu ton.

Angka-angka tersebut, menurut Zulhas, menjadi bukti nyata bahwa Indonesia masih jauh dari kemandirian pangan. Ia berpendapat bahwa ketergantungan pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dapat menjadi ancaman serius bagi stabilitas nasional, terutama di tengah ketidakpastian global.

Menkop UKM ini juga mengaitkan pentingnya kedaulatan pangan dengan semangat koperasi. Ia berharap agar koperasi dapat berperan lebih strategis dalam memperkuat sektor pertanian dan peternakan di dalam negeri. “Koperasi harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan. Kita harus mampu memproduksi sendiri untuk memenuhi kebutuhan rakyat,” tegas Zulhas.

Acara Harkopnas ke-76 ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Menteri Koperasi dan UKM periode 2014-2019 Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, serta Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Riyanta. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap upaya penguatan koperasi dan kedaulatan pangan Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp