Monday, 31 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

xAI Dituding Latih AI Grok dengan Materi Pornografi Anak

Oleh Herfansyah August 31, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI, tengah menghadapi tudingan serius terkait metode pelatihan model AI terbarunya, Grok. Laporan menyebutkan bahwa xAI diduga menggunakan materi pornografi anak sebagai data latih untuk mengembangkan kemampuan Grok. Kabar ini sontak memicu keprihatinan mendalam, terutama di kalangan penyintas kekerasan seksual anak yang tengah berjuang memulihkan diri dari trauma.

Tudingan ini pertama kali mencuat dari laporan yang dipublikasikan oleh The Information. Menurut laporan tersebut, xAI dilaporkan telah menggunakan data yang mencakup konten pornografi anak. Meskipun detail spesifik mengenai sumber dan skala penggunaan materi tersebut belum sepenuhnya terungkap, isu ini telah menimbulkan gelombang protes dan kekhawatiran di berbagai kalangan.

Keresahan semakin diperkuat oleh fakta bahwa Elon Musk sendiri telah mengomentari adanya upaya untuk melatih AI dengan data yang mungkin mengandung unsur pornografi. Melalui platform X (sebelumnya Twitter), Musk pernah menyatakan bahwa ia akan melakukan “investigasi mendalam” setelah mengetahui bahwa beberapa model AI dilatih menggunakan materi yang tidak pantas. Pernyataan ini, meskipun tidak secara langsung mengonfirmasi penggunaan materi pornografi anak oleh xAI, justru menambah spekulasi dan kekhawatiran.

Salah satu kekhawatiran utama datang dari para profesional yang bekerja dengan penyintas kekerasan seksual anak. Dr. Jessica Taylor, seorang psikolog klinis yang fokus pada trauma anak, mengungkapkan keprihatinannya. “Pelatihan model AI dengan materi semacam itu bukan hanya tidak etis, tetapi juga sangat berbahaya,” ujar Dr. Taylor. Ia menambahkan, “Ini dapat memicu kembali trauma bagi para penyintas dan memperkuat narasi yang salah mengenai kekerasan seksual anak.”

Hingga kini, xAI belum memberikan tanggapan resmi yang merinci mengenai tudingan ini. Namun, isu ini telah menyoroti kembali perdebatan sengit seputar etika dalam pengembangan kecerdasan buatan, khususnya terkait sumber data yang digunakan dan potensi dampaknya terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp