Chelsea berpotensi mengalami perubahan signifikan di musim 2026-27 menyusul kedatangan manajer baru, Xabi Alonso. Periode yang diwarnai performa di bawah ekspektasi dan gejolak internal di kubu The Blues kini diharapkan segera berakhir.
Para penulis The Guardian memprediksi Chelsea akan finis di posisi ketiga klasemen Premier League musim 2026-27. Prediksi ini merupakan rata-rata dari pilihan para penulis, bukan pandangan tunggal dari Billy Munday. Perlu diingat, musim sebelumnya, Chelsea hanya mampu menempati peringkat ke-10.
Kedatangan Xabi Alonso menjadi sorotan utama dalam upaya kebangkitan Chelsea. Rekam jejak Alonso bersama Bayer Leverkusen, di mana ia berhasil mengakhiri dominasi Bayern Munich di Bundesliga dan meraih gelar tak terkalahkan di liga domestik, menjadi modal utama optimisme para penggemar.
Alonso, mantan gelandang legendaris Liverpool dan Real Madrid, dikenal dengan pendekatan taktis yang dinamis dan kemampuannya dalam mengembangkan pemain muda. Kehadirannya di Stamford Bridge diharapkan dapat membawa energi baru dan membangun fondasi yang kuat bagi tim.
Perubahan di lini kepelatihan ini menjadi respons langsung atas performa Chelsea yang dianggap mengecewakan dalam beberapa musim terakhir. Posisi sepuluh di klasemen musim 2025-26 menjadi alarm bagi manajemen klub untuk melakukan perombakan besar.
Dengan ambisi untuk kembali bersaing di papan atas Premier League dan meraih tiket kompetisi Eropa, Chelsea di bawah asuhan Xabi Alonso diprediksi akan menampilkan permainan yang lebih terorganisir, atraktif, dan berorientasi pada kemenangan. Para penggemar tentu menantikan gebrakan sang pelatih baru untuk mengembalikan kejayaan The Blues.
