JAKARTA – Seorang pria berusia 76 tahun dilaporkan mengalami kondisi medis yang cukup mengkhawatirkan. Ia mendadak mengalami penglihatan ganda secara vertikal, yang telah berlangsung selama tiga minggu terakhir. Fenomena ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab dan dampaknya terhadap kualitas hidup sang pasien.
Menurut laporan medis, pasien tidak mengeluhkan adanya perubahan pada tajam penglihatan secara umum. Ia juga membantah adanya rasa sakit saat menggerakkan bola mata. Keluhan nyeri kepala, nyeri pada kulit kepala, hingga nyeri saat mengunyah (jaw claudication) juga tidak dirasakan.
Lebih lanjut, pasien juga menegaskan tidak adanya gejala konstitusional seperti demam atau penurunan berat badan. Gejala neurologis lain seperti kesulitan berbicara (disartria), mati rasa atau kesemutan pada anggota gerak, hingga wajah yang terkulai juga tidak dilaporkan. Pasien juga tidak pernah mengalami episode serupa sebelumnya.
Riwayat kesehatan mata pasien menunjukkan adanya degenerasi makula terkait usia (AMD) yang kering pada mata kanan. Sementara itu, pada mata kiri, ia didiagnosis dengan AMD neovaskular. Pasien juga telah menjalani operasi pengangkatan katarak pada kedua matanya. Sebelumnya, ia sempat menerima suntikan anti-VEGF intravitreal di institusi lain.
Namun, disayangkan, pasien diketahui telah kehilangan kontak dengan fasilitas kesehatan tersebut selama beberapa tahun terakhir. Riwayat medis umum lainnya belum dirinci lebih lanjut dalam laporan awal ini. Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan mendadak pada penglihatan, terutama pada individu lanjut usia.
Penglihatan ganda vertikal, atau diplopia vertikal, dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari masalah pada otot mata, saraf yang mengontrol gerakan mata, hingga kondisi neurologis yang lebih serius. Oleh karena itu, pemeriksaan mendalam oleh dokter spesialis mata sangatlah krusial.
Para ahli kesehatan menekankan bahwa setiap perubahan signifikan pada indra penglihatan, sekecil apapun, tidak boleh diabaikan. Terutama jika muncul secara tiba-tiba dan disertai keluhan lain. Pemeriksaan rutin dan komunikasi terbuka dengan tenaga medis menjadi kunci utama dalam deteksi dini dan penanganan berbagai penyakit mata.
Kasus pria 76 tahun ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas, khususnya para lansia dan keluarga mereka, untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah perburukan kondisi dan menjaga kualitas hidup.
