Kebakaran melanda Warkop Polim, kafe milik selebritas Gofar Hilman, yang berlokasi di Jalan Melawai X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa nahas ini terjadi pada dini hari Rabu (24/6), sekitar pukul 01.04 WIB, dan berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.
Menurut Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, objek yang terbakar adalah ruko yang menjadi lokasi Warkop Polim. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah percikan api yang berasal dari alat air fryer di dalam kafe tersebut. Percikan api tersebut diduga menyambar sisa minyak yang menempel di dinding, kemudian membesar dan merambat hingga ke jalur exhaust.
"Ada percikan api fryer kecil yang menyambar ke bekas minyak yang ada di tembok. Lalu membesar sampai ke jalur exhaust," jelas Asril dalam keterangannya.
Saat api mulai membesar, karyawan yang berada di lokasi sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sembari segera menghubungi pihak pemadam kebakaran. Upaya cepat ini penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Menanggapi laporan tersebut, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan segera mengerahkan armada dan personel. Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dengan 25 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman api dimulai pada pukul 01.10 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 01.55 WIB.
Meskipun api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam, kebakaran ini diperkirakan menimbulkan kerugian materiil sebesar Rp10 juta. Besaran kerugian ini masih merupakan taksiran awal dan bisa saja berubah setelah perhitungan yang lebih rinci dilakukan.
Insiden kebakaran di tempat usaha kuliner seperti Warkop Polim ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan komersial, terutama yang berkaitan dengan penggunaan alat dapur modern. Air fryer, meskipun praktis dan populer, memiliki risiko tersendiri jika tidak digunakan dan dirawat dengan benar. Sisa minyak yang mudah terbakar dan panas berlebih yang dihasilkan oleh alat ini menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai oleh pemilik dan pengelola usaha kuliner.
Kebakaran yang terjadi di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, ini menambah daftar panjang insiden kebakaran yang terjadi di Jakarta Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Wilayah Jakarta Selatan, yang dikenal sebagai pusat bisnis dan hiburan, memiliki kepadatan bangunan yang cukup tinggi, sehingga potensi penyebaran api jika terjadi kebakaran menjadi lebih besar.
Pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha, untuk selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, tidak meninggalkan peralatan elektronik yang berpotensi menimbulkan panas tanpa pengawasan, serta rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap peralatan dapur seperti air fryer dan kompor. Selain itu, ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap sudut ruangan dan pengetahuan dasar cara penggunaannya dapat sangat membantu dalam pencegahan dini.
Peristiwa ini juga memunculkan perhatian publik terhadap keamanan operasional tempat-tempat hiburan dan kuliner, terutama yang beroperasi hingga larut malam. Keberadaan Gofar Hilman sebagai pemilik yang dikenal luas sebagai figur publik menambah nilai pemberitaan insiden ini, namun fokus utama tetap pada penanganan kejadian dan evaluasi keamanan.
Penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran akan terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian yang terlewat. Taksiran kerugian sebesar Rp10 juta ini mencakup kerusakan pada bangunan ruko dan peralatan yang ada di dalamnya. Pihak Warkop Polim sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini, namun diharapkan segera memberikan informasi kepada publik mengenai langkah selanjutnya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya budaya keselamatan kebakaran di setiap lini kehidupan, baik di rumah tangga maupun di tempat usaha. Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan mematuhi prosedur keselamatan, risiko terjadinya kebakaran dapat diminimalkan, sehingga kerugian materiil dan korban jiwa dapat dihindari. Asril menambahkan, "Kami terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau seperti saat ini."











